Organisasi atau lembaga dalam bahasa sehari-hari merupakan salah satu sarana (wasilah), dimana individu-individu yang terhimpun didalamnya saling menyatupadukan potensi untuk mencapai tujuan yang telah dipahami bersama. yaitu menegakkan sebuah nilai-nilai di dalam Islam seoptimal mungkin sebagaimana aktivitas diusahakan dalam sebuah titik fokus yaitu tegaknya nilai-nilai Islam di muka Bumi. Sebab salah satu sifat dimana Allah SWT cinta kepada hamba-Nya adalah ketika mereka berperang membentuk sebuah barisan yang teratur laksana bangunan yang kokoh ( QS. 61:4 ). disamping kewajiban yang bersifat individual dan personal, sebagai upaya menolong agama Allah SWT (QS. 47:7). Dengan beberapa pertimbangan di atas sangat mendesak untuk dibentuk lembaga da’wah di lingkungan kampus, dimana memiliki status formal untuk mewadahi potensi dan aspirasi umat Islam civitas akademika UNS.

Periodisasi Lembaga

1982 – 1985

Masjid Nurulhuda UNS secara resmi berdiri tahun 1982. Dengan dukungan penuh dari Rektor Universitas Sebelas Maret Bapak dr. Prakoso dan mendapatkan bantuan biaya pendirian dari pemerintah Saudi Arabia. Kemudian sebagai pengelola dibentuklah Pengurus Harian Masjid yang terdiri dari mahasiswa. Sampai dengan tahun 1984, kegiatan yang dilaksanakan cenderung tidak tertata rapih, karena hanya mengandalkan Pengurus Harian Masjid. Untuk itu maka sekitar tahun tersebut, Remaja Mesjid mulai dibentuk, sebagai perpanjangan tangan Pengurus Harian Masjid.

1985 – 1987

Pada tahun 1985 Universitas membentuk Seksi Kerohanian Islam (SKI) yang secara struktural berada dibawah koordinasi Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Dengan adanya SKI ini maka Masjid Nurulhuda UNS makin marak dengan berbagai lembaga da’wah kampus, yaitu Pengurus Harian Masjid (mahasiswa yang tinggal di Masjid), remaja Masjid Nurulhuda (Organisasi perpanjangan tangan Pengurus Harian Masjid) dan SKI sebagai penanggung jawab kegiatan ke-Islaman tingkat Universitas. Pada perkembangannya, SKI kemudian berganti menjadi Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI).

Setelah terbentuknya lembaga-lembaga tersebut, selanjutnya untuk lebih mengintensifkan pembinaan kepada mahasiswa baru, maka dibentuklah Ikatan Keluarga Dosen ( IKADAI ), sebagai pelaksana kegiatan Asistensi Agama Islam yang bernaung di bawah koordinasi Seksi Pendidikan Pengurus Harian Masjid. Pada masa 1985 – 1987 ini tercatat kegiatan akbar adalah Pekan Isro’ Mi’roj 1408 H yang mendatangkan Menteri Agama Munawir Sadzali, yang dilaksanakan oleh SKI.

1987 – 1991

Setelah tahun 1987, kegiatan ke-Islaman di Universitas Sebelas Maret ( UNS ) Surakarta mengalami perkembangan yang amat pesat, didukung dengan adanya beberapa lembaga da’wah kampus yang walaupun belum tertata rapih tapi cukup mewarnai kampus. Tahun 1989, sesuai dengan petunjuk Pembantu Rektor III, Remaja Masjid Nurulhuda mengalami perubahan nama menjadi Jamaah Mahasiswa Masjid Nurulhuda ( JMM NH ).

Pada tahun itu pula terdapat perubahan struktur Pengurus Harian Masjid dangan dilepasnya Ikatan Keluarga Asisten Agama Islam ( IKADAI ), tidak menjadi bagian dari Seksi Pendidikan Pengurus Harian Masjid, namun menjadi di bawah koordinasi Mata Kuliah Dasar Umum ( MKDU ) Agama Islam. Pada Unit Kegiatan Kerohanian Islam ( UKKI ) tidak terdapat perubahan yang berarti kecuali adanya event penting yaitu dengan menyelenggarakan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus ( FSLDK ) sewilayah Jawa, pada tahun 1988.

Adapun periode berikutnya tercatat event penting yaitu Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se Wilayah Tengah ( Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Selatan ). Pada masa ini, tampak bahwa volume kegiatan amat banyak, namun minus koordinasi, sehingga tampak kacau di antara lembaga-lembaga dakwah yang ada. Untuk menghindari hal tersebut, maka mulai tahun 1990, telah dirintis usaha untuk menggabungkan seluruh lembaga tersebut.

1991 – 1992

Melalui pembahasan yang panjang, maka pada tahun 1991 tepatnya Selasa,12 Maret 1991, para pengurus Unit Kegiatan Kerohanian Islam ( UKKI ), Ikatan Keluarga Asisten Agama Islam ( IKADAI ), Jamaah Mahasiswa Masjid Nurulhuda ( JMM NH ), dan takmir Masjid Nurulhuda menyepakati penggabungan seluruh lembaga dakwah yang ada tersebut menjadi organisasi yang integral, yang bernama Jamaah Nurulhuda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Universitas Sebelas Maret (JN UKMI UNS). Pada tahap ini, praktis perhatian lebih tercurahkan pada konsolidasi internal, dan penataan awal kelembagaan.

1992 – 1993

Periode ini boleh dikatakan merupakan periode peletakan dasar, yang diharapkan menjadi pijakan bagi kepengurusan dimasa yang akan datang. Pada saat itu Pengurus JN UKMI UNS melaksanakan berbagai aktifitas dakwah Islam di kampus UNS, dengan bidang garap yang meliputi seluruh bidang yang dulu ditangani oleh UKKI, JMM NH maupun IKADAI.

Sistem Lembaga

Jamaah Nurulhuda UNS adalah sebuah Unit Kegiatan Maha -siswa (UKM), suatu lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas yang bertanggungjawab kepada pimpinan universitas, yang bergerak dalam bidang kegiatan Islam. Melihat eksistensinya JN UKMI UNS seperti ini, maka dalam aktivitasnya, baik intern maupun ekstern kampus, senantiasa berhubungan dengan pembantu Rektor III. Atas nama Rektor Universitas Sebelas maret (UNS) Surakarta.

Tujuan dan Sasaran

Sesuai dengan bidangnya, maka tujuan Jamaah Nurulhuda Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah melaksanakan dakwah Islam sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan berupaya membentuk kader-kader pengemban dakwah di kampus.

Sasaran dakwah Jamaah Nurulhuda Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta secara umum adalah manusia sebagai mahluk Allah yang paling tinggi. Lebih khusus dan merupakan sasaran utama adalah mahasiswa muslim UNS sebagai calon pemimpin umat, dan civitas akademika di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai pendukung kader dakwah.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration