Kategori: Wejangan Grafis

Pernahkah terlintas dalam pikiranmu sebuah pertanyaan,”Kenapa sih capek-capek sholat dhuha setiap pagi? Emang bener rezeki kita bakalan lancar?”
Nah, perhatikan dulu salah satu hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Daud ini.”

Dalam diri manusia terdapat 360 ruas tulang, wajib bagi semua ornag untuk menyedekahi setiap ruas tulangnya. Para sahabat bertanya,’Siapakah yang mampu melakukan itu, wahai Nabi Allah?’ Beliau bersabda,’Menutupi ludah dari masjid dengan tanah, menyingkirkan sesuatu dari jalan (bernilai sedekah). Jika kamu tidak bisa mendapatkan amalan tersebut, maka dua rakaat Dhuha menggantikan (kewajiban)mu.'” [HR. Abu Daud 5242, Ahmad 23037 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth]

Atau hadist lain dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengutus sekelompok utusan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan pulangnya cepat. Kemudian ada seorang berkata: “Wahai Rasulallah, kami tidak pernah melihat kelompok yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ghanimah melebihi utusan ini.” Kemudian Beliau menjawab,’Maukah aku kabarkan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu seseorang berwudlu di rumahnya dan menyempurnakan wudlunya kemudian pergi ke masjid dan melaksanakan shalat subuh kemudian (tetap di masjid) dan diakhiri dengan shalat Dhuha. Maka orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya.’” (HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya no. 6559, Ibn Hibban dalam Shahihnya no 2535, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 664)
Dalam hadits lain, Uqbah bin Amir al-Juhani mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah berfirman,’Wahai anak Adam, laksanakan untuk-Ku empat rakaat di awal siang. Aku akan mencukupi dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.‘” [HR. Ahmad 17390 dishahihkan oleh Albani)
Para ulama kemudian menafsirkan bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Dhuha, meski sebagian yang lain menafsirkannya sebagai sholat qabliyah shubuh dan sholat shubuh itu sendiri. Ada beberapa kemungkinan tentang kalimat ‘Aku akan mencukupi dirimu dengan shalat itu…’, antara lain kecukupan sehingga terhindar dari kecelakaan dan segala musibah, kecukupan dengan diberikan penjagaan dari dosan dan ampunan terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan hari itu, dan mencukupi kita dalam segala hal. (Ta’liq Musnad Ahmad Syuaib al-Arnauth, 28/613)

Sumber : http://www.konsultasisyariah.com/shalat-dhuha-membuka-pintu-rezeki/

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration