Kategori: Wejangan Grafis

“Assalamu’alaikum warahmatullah wabarokatuh”

Siapa sih yang tak kenal dengan sebaris kalimat yang bermakna ‘Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah terlimpah curah kepadamu’ itu? Seringkali tanpa kita sadari, kita ucapkan salam pada orang-orang di sekeliling kita. Mengucap salam telah menjadi salah satu budaya di negeri ini, bahkan ada pula non-Muslim yang ikut mengucapkannya. Nah, bagaimana sih etika memberi salam yang sesuai tuntunan Islam? Disimak ya..

  1. Menjawab salam ketika mendengarnya dan mengawali mengucapkannya. Hasan Al-Bashri berkata,”Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban.” Kalau dengar salam, dijawab ya. Dijawab dengan ucapan yang jauh lebih baik.
  2. Ucapkan salam juga ketika kita memasuki sebuah majelis dan ketika akan meninggalkannya. Dalam sebuah hadits disebutkan,”Apabila salah seorang diantara kamu sampai di suatu majelis, hendaklah kamu memberikan salam. Dan apabila hendak keluar, hendaklah memberi salam, dan tidaklah yang pertama lebih berhak daripada yang kedua.” (HR. Abu Daud, disahihkan oleh Al-Bani).
  3. Disunnahkan memberi salam saat kita memasuki sebuah rumah, sekalipun rumah itu kosong.

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.” (QS. An-Nuur : 61).

  1. Makruh mengucapkan salam kepada orang yang sedang berada di dalam kamar mandi atau WC (kepentingan buang hajat). Hal ini tertera dalam sebuah hadits yang bersumber dari Annas r.a. berbunyi,”Bahwasannya ketika ada seseorang yang lewat sedangkan Rasulullah saw sedang buang air kecil, dan orang itu memberi salam, maka Nabi tidak menjawabnya.” (HR. Muslim)
  2. Jangan memulai memberi salam kepada ahli kitab. Nah, inilah yang seringkali dilupakan. Padahal Rasulullah saw sudah berpesan dalam sabdanya,“Janganlah kalian terlebih dulu memberi salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Muslim).
  3. Lalu, bagaimana ketika ada ahli kitab yang mengucap salam kepada kita? “Dan apabila mereka yang memberi salam, maka cukuplah kita jawab dengan,’Wa’alaikum,’ saja.” (Mutafaqqun ‘alaih). Jangan diabaikan ya, karena perkara ini seringkali diremehkan oleh umat Muslima sendiri.
  4. Disunnahkan berjabat tangan dengan saudara kita saat mengucap salam, tentu saja bukan dengan yang bukan mahram kita. Karena berjabat tangan akan menggugurkan dosa-dosa keduanya sebelum keduanya berpisah.

Nah, semoga tujuh hal diatas mampu kita amalkan. Mudah, bukan? Jangan ragu lagi mengucapkan salam pada saudara-saudara kita ya. Yuk segera dimulai, pasang juga senyum termanismu. Senyummu dihadapan saudaramu itu sedekah J

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration