Kategori: Wejangan Grafis

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Hud : 6)

Yakinlah, kalau rezeki tidak akan kemana. Segala sesuatu di bumi ini adalah milik-Nya. Termasuk udara yang kita hirup dan air yang kita ambil secara cuma-cuma. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Allah-lah Yang Mahakaya, Maha Pemberi yang tak pernah meminta biaya. Dialah yang menciptakan laut, langit beserta seisinya.

Seperti yang tertera dalam QS. Huud ayat 6, Allah SWT telah menjamin bahwa setiap makhluk-Nya telah memiliki rezekinya masing-masing. Coba lihat di sekeliling kita, betapa Allah telah banyak memberi kemurahan kepada setiap makhluk-Nya. Ada banyak tetumbuhan yang kemudian bisa diolah menjadi makanan, pun berbagai jenis hewan yang bisa kita konsumsi dagingnya. Air masih bisa kita peroleh, ada yang cuma-cuma walau tak sedikit yang sekarang dipungut biaya. Udara bahkan gratis tis tis jika kita masih diberi kesehatan dari-Nya. Segalanya telah Allah ciptakan dengan takaran yang pas, tanpa kurang maupun berlebihan. Nah, lalu pantaskah kita berputus asa terhadap segala ketentuan-Nya tentang rezeki? Seekor burung pun selalu pergi mencari rezekinya setiap pagi dan baru kembali ke sarangnya saat sore tiba, tentu saja sebagai manusia insya Allah kita akan lebih mudah untuk memperoleh rezeki yang halal dari-Nya.

Ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan agar pintu-pintu rezeki kita semakin terbuka lebar. Apa itu? Let’s check these out 🙂

    • Menyempurnakan ikhtiar, berusaha sebaik-baiknya.Cari dulu penyebab kita mencari rezeki. Tentunya selain untuk beribadah kepada Allah, rezeki kita cari untuk mendapatkan rezeki, misalnya bagi keluarga kita. Ikhtiar perlu kita lakukan untuk mendapatkan rezeki yang halal.Para Nabi dan salafus sholih pun juga bekerja:“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].”Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].“Zakariya Alaihissallam dulu adalah seorang tukang kayu”. [HR Muslim].“Dan Zainab (binti Jahsy) adalah wanita pengrajin tangan, ia menyamak kulit dan melobangi (serta menjahit)nya untuk dibuat khuf atau lainnya. Lalu ia bershadaqah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” [HR Al Hakim]“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun melainkan pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya,”Dan engkau sendiri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Ya, aku juga dulu menggembalakan (kambing-kambing) milik penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath.” [HR Al Bukhari]
    • Mulai aktivitas sejak awal, sedari pagiNah, jangan lagi tidur selepas sholat Subuh ya. Sebab pagi hari adalah waktu di mana Allah menurunkan rezeki dan berkah-Nya ke penjuru muka bumi. Ayam saja pagi-pagi sudah bangun, jadi jangan mau kalah sama ayam 😀
    • Beribadah kepada Allah SWTInilah tugas utama kita sebagai manusia. Jadikan jalan kita dalam mencari rezeki itu sebagai salah satu ibadah kita kepada Allah. Sekaligus bisa dijadikan pembuktian bahwa Allah Maha Menjamin rezeki dengan adanya rezeki halal yang kita terima.Dalam sebuah hadits Qudsy, Allah berfirman,“Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)”.
    • Memperbanyak istighfar“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya danmemberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.Ayoo, perbanyak istighfarnya 🙂
    • Memperbanyak membaca hauqolah ”La hawla wala quwwata illa billah”.“Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La hawla wala quwwata illa billah  (HR.At-Tabrani)
    • Melaksanakan sholat dhuha.“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani).Shalat Dhuha juga sekaligus ‘membayarkan’ sedekah dari setiap sendi tubuh kita lho 🙂
    • Menyambung tali silaturahmi“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (Riwayat Bukhari)Dengan semakin banyaknya hubungan silaturahmi yang kita jalin, insya Allah pintu-pintu rezeki akan semakin terbuka karena jaringan kita ada dimana-mana.
    • Membaca asmaul husna “Yaa Allahu, Yaa Rozzaqu” artinya Allah SWT yang Maha memberi rezeki.“Yaa Allahu, Yaa Ghoniyyu” artinya Allah SWT yang Maha Kaya.
    • Dan jangan lupa, bertakawal. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Thalaqayat ke-3,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Jangan lupa bersedekah juga ya. Selain membersihkan rezeki yang kita terima, sedekah mengandung sebagian harta saudara kita yang lain. Insya Allah, rezeki kita akan lebih berkah dan membawa lebih banyak manfaat. 🙂

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration