Kategori: Wejangan Grafis

Bumi berhias dan berdandan dengan segala perhiasan yang dimilikinya. Penduduknya menyangka bisa mengambil semuanya. Manusia tertipu dengan keindahan dan perhiasan dunia. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, saling memperebutkannya dan saling mendengki karenanya. Mereka saling mencinta dan membenci karena dunia. Mereka menyusuri jalan yang lebih kelam daripada malam gulita: mengikuti jejak orang-orang kafir dan menempuh jalan mereka. Mereka menjulurkan lidah di belakang setiap keinginan yang rendah dan kenikmatan duniawi.

Yang menjerumuskan mereka ke jalan hitam dan jurang kebinasaan ini, tak lain adalah kebodohan mereka terhadap kemuliaan iman karena mereka tidak bisa merasakan manis-lezatnya iman. Seandainya mereka mengetahui rasa lezat dan manisnya iman, pastilah mereka rela meninggalkan berbagai kesenangan yang semu.

Barangsiapa telah merasakan, niscaya dia tahu. Barangsiapa tahu, niscaya dia akan beraksi. Apabila seseoang mencari sesuatu yang mulia dan bersemangat baja, pastilah dia tidak puas dengan kehinaan dan tidak akan menukar yang mulia dengan yang hina. Dia tidak akan melakukan transaksi layaknya seorang yang merugi dan tertipu.

Seorang hamba tidak akan merasakan manisnya iman hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat: Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dengan mengucapkannya, seseorang baru menjadi seorang muslim yang darah, harta dan kehormatannya haram dijarah.

Yang merasakan manisnya iman hanyalah orang-orang yang “pohon iman” tumbuh subur di dalam hatinya. Sungguh, Allah ta’ala telah mengambil suatu perumpamaan untuk kalimat iman. Allah ta’ala berfirman, “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat”. (Ibrahim: 24-25)

Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassalam telah menyebutkan dengan gamblang beberapa pertanda sempurnanya pohon itu dan pertanda kematangan buahnya. BeliauSholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Ada tiga perkara. Barangsiapa ketiga perkara itu ada pada dirinya niscaya dia mendapati dengan perkara-perkara itu rasa manis iman. (Pertama) hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya. (Kedua) hendaklah dia mencintai seseorang hanya karena Allah. (Ketiga) hendaklah dia benci kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api.

Akar-akar pohon yang baik ini adalah rukun iman yang enam. Batangnya adalah ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti sunnah Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassalam). Cabang-cabangnya adalah amal shalih, baik itu amal hati maupun amal anggota badan. Buah-buahnya yang ranum adalah rasa aman, tenteram kehidupan yang baik, perwakilan dari Allah ta’ala, dan kabar gembira di dunia dan di akhirat.

Pohon Iman “Menyemai Iman Agar Tumbuh dan Berkembang”

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration