Kategori: Wejangan Grafis

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku.” (Shahih, HR. Muslim)

Alhamdulillah, sampailah kita di sepertiga bulan Ramadhan. Gimana, masih semangat, kan? Harus ya! Tahun ini bersyukurlah karena kita masih dipertemukan dengan indahnya beribadah di bulan penuh berkah ini, sebab kita tidak pernah tahu apakah kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Pernah dengar hadits ini, kan?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabrani)

Puasa adalah amalan yang akan Allah SWT balas sendiri di akhirat nanti. Sebab puasa sejatinya tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Manusia dikarunia Allah SWT dengan berbagai macam nafsu. Bukan hanya nafsu makan, namun juga nafsu lain. Apa saja?

1. Menjauhkan Diri dari Maksiat

 “….Apabila pada hari seseorang diantara kamu berpuasa maka jangan ia berkata rafats (maksiat)….”. Rafats disini mencakup perkataan dan perbuatan maksiat yang dilarang Allah, termasuk berkata-kata kotor dan keji, menonton hal yang tidak berguna, bersenda gurau berlebihan, tertawa berlebihan, dan perbuatan lain yang menjadikan puasa kita akhirnya sia-sia.

2. Menahan Lisan dari Berkata Dusta

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan tetap melakukannya maka Allah tidak akan menghiraukan orang itu meninggalkan makan dan minumnya” (HR. Bukhari).

Jaga lisan nggak hanya menahan dari perkataan dusta ya, tetapi juga menghindari fitnah, adu domba, ghibah, memanggil orang dengan sebutan yang buruk, mencela, berprasangka buruk dan memperolok-olok orang lain. Semua itu merupakan perkara yang dapat mengurangi nilai puasa kita, bahkan boleh jadi puasa kita akan sia-sia belaka jika itu terus dilakukan di saat berpuasa.

3. Terlalu Banyak Tidur

Bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas-malasan. Hendaknya kita mengisi waktu-waktunya untuk beribadah kepada Allah. Sayang sekali jika bulan ibadah ini disia-siakan dengan banyak tidur dan bermalas-malasan. Akan tetapi jika waktu yang sangat berharga tersebut dipakai untuk tidur dan tidur saja, maka kapan kita membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa atau melakukan perbuatan yang baik. Tidak mengapa istirahat, tetapi niatkan istirahat itu agar kita kuat ibadah di malam hari. Begitu sia-sianya Ramadhan kita jika hanya kita hiasi dengan tidur bukan beribadah kepada Allah.

4. Berkata yang Bermanfaat Saja

Disaat kita berpuasa, jauhilah pembicaraan yang tidak bermanfaat dan mendengar ucapan teman-teman yang tidak berguna. Apakah itu pembicaraan kosong, diskusi hambar yang penuh kelalaian dalam mengingat Allah, cerita-cerita yang tidak bermakna. Semuanya itu tidak bernilai, berbahaya, dan tidak bermanfaat. Jauhi pembicaraan kosong dan tidak bermanfaat, sebab hanya akan mengeraskan hati kita, membuat lalai dari dzikrullah dan menyebabkan amalan kita sia-sia belaka. Rasulullah bersabda “Diantara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah tindakannya meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya” (HR. Tirmidzi, No. 2439)

5. Jauhkan diri dari Kelakar, Canda Serta , Berkata Keji dan Jorok

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang mukmin bukanlah orang yang senang menyakiti, melaknat, berkata keji dan jorok” (Terj. HR. Tirmidzi,2060). Beliau juga bersabda “Janganlah kalian memperbanyak tawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati” (HR. Ibnu Majah,4193)

6. Menahan Pandangan dan Pikiran dari Hal-Hal yang Mengurangi Nilai Puasa Kita

Sebab puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga semata. Tetapi juga nafsu pada anggota tubuh lain. Menjaga mata dari apa-apa yang tidak boleh dilihat, menjaga pandangan kita dari pandangan yang menimbulkan makna ganda. Siapa tahu kan pandangan kita yang biasa saja ini disalahartikan sebagai pandangan yang merendahkan. Jadi, tetap jaga pandangan mata kita agar tetap meneduhkan.

Tidak hanya itu, pikiran kita perlu senantiasa dijaga. Berpikiran dan berperasaan positif. Jaga juga agar pikiran kita terbebas dari prasangka negative terhadap saudara-saudara kita, bahkan takdir Allah.

Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih dirinya menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah. Namun mendapatkan hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasanya dari beberapa hal yang tersebut di atas.

Puasa itu ibarat sebuah baju. Bila orang yang memakai baju itu menjaganya dari kotoran atau sesuatu yang merusaknya, tentu baju tersebut akan menutupi auratnya, menjaganya dari terik matahari dan udara yang dingin serta memperindah penampilannya. Demikian pula puasa, orang yang mengamalkannya tidak akan mendapatkan buah serta faidahnya kecuali dengan menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahalanya.

Selamat beribadah di bulan Ramadhan, kawan. J

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration