Kategori: Wejangan Grafis

Seberapa sering kita dengar peribahasa berbahasa Inggris di atas yang artinya tidak ada hasil jika tidak berusaha? Untuk kenyang saja kita perlu makan, untuk menangkal haus kita perlu minum, apalagi hal-hal lain yang lebih besar dan lebih kompleks dibanding “sekadar” makan dan minum?

Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)

Ayat di atas sudah cukup menjelaskan bahwa setiap hasil membutuhkan usaha. Kita hanya akan memanen apa yang kita tanam. Ibarat tanaman, jika kita menanam biji cabai, maka yang tumbuh adalah tanaman cabai hingga hasilnya bisa kita panen kemudian hari. Tentu aneh dan tidak mungkin kan jika biji yang kita tanam itu diharapkan menumbuhkan anggur hijau?

Pun sama halnya dengan amalan manusia. Setiap manusia akan diganjar berdasarkan setiap perbuatan yang ia lakukan semasa hidup, entah itu amal baik maupun amalan buruk. Dan manusia satu tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan manusia lainnya.

Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Kejujuran akan membawa kita pada kebaikan yang beruntun datang. Mungkin memang tidak membawa imbalan dalam waktu dekat, namun insya Allah kebaikan itu akan kita panen hasilnya di masa depan. Dan tidak perlu bersedih jika hasil panen itu tidak kita peroleh di dunia, sebab Allah SWT. sudah menjanjikannya surga bagi siapa saja yang berlaku jujur. Begitupun sebaliknya. Jika hal-hal buruklah yang terus-menerus kita kerjakan, mana mungkin ada hasil berupa kebaikan? Barangkali akan membawa hal-hal yang menguntungkan, namun sesungguhnya keuntungan itu sifatnya hanya sementara. Allah SWT. catat di sisi-Nya seorang pendusta sebagai seorang pendusta dan Ia tempatkan para pendusta ke dalam neraka. Nauzubillahi min dzalik.

Maka dari itu, dimulai dari sekarang, mulailah kita tanam benih-benih kebaikan kepada sekitar kita. Semai kebaikan tadi dengan lebih banyak kebaikan yang kita lakukan. Sebab seringkali teladan dalam bentuk tindakan berdampak lebih dahsyat dibanding keteladanan yang disampaikan melalui lisan. Hingga suatu saat nanti, ketika barangkali kita lelah dan berpikir untuk menyerah dari jalan dakwah, buah manis dari kebaikan itu mulai menghasilkan. Aamiin, insya Allah.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration