Kategori: Wejangan Grafis

Sebuah kalimat terangkai “ Jadilah seperti surat Al Ikhlas yang tak sedikitpun menyebukan kata ikhlas didalam ayatnya” memang bukan sebuah kalimat yang terkandung didalam hadits nabi apalagi firman Alloh dalam al qur’an, hanya sebuah kalimat yang ketika dipahami lebih dalam barangkali memanglah benar. Bahwa yang namanya ikhlas, bukan hanya sekedar ketika kita beramal kemudian kita mengatakan “saya ikhlas”.

Akan tetapi, yang disebut dengan ikhlas adalah seseoang yang ketika beramal dirinya berusaha untuk memurnikan amal ibadanhnya tersebut hanya untuk Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, sesuai dengan yang disampaikan oleh Sahl bin Abdullah at-Tasturi rahimahullah yang mengatakan bahwa , “Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan kecuali hal ini; yaitu hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan, yang tersembunyi maupun yang tampak, semuanya dipersembahkan untuk Allah ta’ala semata. Tidak dicampuri apa pun; apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia.” (lihat Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, hal. 7-8)

Sementara menurut Abul Qasim al-Qusyairi rahimahullah menjelaskan,

“Ikhlas adalah menunggalkan al-Haq (Allah) dalam hal niat melakukan ketaatan, yaitu dia berniat dengan ketaatannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Bukan karena ambisi-ambisi lain, semisal mencari kedudukan di hadapan manusia, mengejar pujian orang-orang, gandrung terhadap sanjungan, atau tujuan apapun selain mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.” (lihatAdab al-‘Alim wa al-Muta’allim, hal. 8).

Maka telah jelaslah sekarang bahwa yang disebut dengan ikhlas adalah ketika diri kita berbuat kebaikan, ianya dipersembahkan hanya untuk Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata. Tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan lain yang dapat merusak nilai dari amalan itu sendiri. Dan penting untuk diingat bahwa, ikhlas itu berawal dari niat dan niat adalah datangnya dari hati. Maka sebelum beramal alangkah baiknya kita menelisik niat didalam hati kita, apakah ia benar-benar ditujukan untuk Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata atau memiliki tendensi lain yang kaitannya dengan hawa nafsu dan perkara duniawi.

Ikhlas akan datang dari niat yang baik, dan niat yang baik datangnya dari hati yang bersih. Maka marilah kita senantiasa membersihkan hati-hati kita dari debu kemaksiatan, luruskan niat ketika hendak beramal, maka yang tercipta dan akan terasa manis buahnya adalah sebuah keikhlasan.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration