Kategori: Wejangan Grafis

Alhamdulillah kawan, kita sudah memasuki pekan kedua Ramadhan. Masih teguh kan semangat ibadahnya? Atau jangan-jangan mulai kendor di tengah jalan? Wah, jangan ya.

Yang namanya manusia, dengan berkah taat dan futurnya, keimanan yang ada senantiasa naik turun. Maka dari itulah, Rasulullah SAW ajarkan sebuah doa kepada kita agar senantiasa ditetapkan Allah di jalan Islam dan kebenaran. “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.”

Rasanya ada-ada saja godaan yang datang silih berganti kepada kita. Contohnya di saat bulan Ramadhan ini. Paginya terlambat sahur karena terlalu asik menonton pertandingan piala dunia . Akhirnya sholat Subuh pun tidak khusyuk. Menjelang siang, hati semakin risau dan bertanya-tanya,”Aduh, masih kuat nggak ya?” sambil mendengar suara “keruyuk ayam” dari perutnya. Bahkan terlintas di dalam pikiran,”Apa aku berbuka sekarang ya?” alias membatalkan puasa di tengah hari. Ketika sore tiba, mata tak lepas dari jarum jam. Menghitung mundur dan tak sabar menanti waktu adzan tiba. Nah, kalau sudah begini puasa jadi hanya menahan lapar dan dahaga, kan?

Alhamdulillah ya, Allah SWT masih menganugerahkan pada kita satu di antara sebelas bulan lain agar kita bisa lebih fokus beribadah. Pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup tanpa ada satupun yang dibuka. Akan tetapi memang fitrah manusia, sehingga kesempatan besar yang ada inipun masih ada yang tidak memanfaatkannya secara maksimal.

Contohnya sekarang, Ramadhan tahun ini bertepatan dengan momen libur sekolah dan kuliah –bagi yang masih menempuh studinya. Jika tidak pandai-pandai mengatur waktu untuk beribadah, bisa jadi lho jadinya malah bermalas-malasan seharian, sibuk mengamati status di media sosial, atau berselancar di internet dan membuka situs yang “tidak-tidak”. Naudzubillah, semoga kita bukan termasuk di antaranya.

Godaan memang selalu ada di mana-mana dan yang paling dekat ternyata berasal dari hati kita. Maka tak heran ketika Rasulullah bersabda bahwa sejatinya orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya, menahan dirinya dari emosi yang membakar dada, dan kemudian melapangkan hati untuk segera memaafkan penyebab kemarahan tadi.

Banyak pintu dan celah yang dimanfaatkan setan untuk selalu menggoda kita. Melalui teman yang mengajak kita bercanda hingga lupa bahwa waktu sholat telah tiba, melalui keluarga, gadget, tugas kuliah, buku bacaan, terlalu asik mendengarkan musik, dan sebagainya, atau melalui hati yang setan tiupkan rasa was-was berbuat baik di dalamnya.

Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar-Rahman, bila Ia kehendaki Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki Ia akan menyesatkannya.”

Meski begitu, nggak perlu khawatir berlebihan sebab segalanya Allah-lah yang menciptakan. Maka berdoalah kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberi kemudahan dalam meluruskan niat, terhindarkan dari sifat-sifat munafik, senantiasa diingatkan bahwa setiap perbuatan kita tidak pernah terlepas dari penglihatan-Nya. Wallahu’alam.[]

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration