Kategori: Wejangan Grafis

“Berbakti kepada orang tua” sudah lazim kita dengar, yang menjadi masalah adalah bila hanya lazim didengar namun tak lazim dijumpai. Konsep mengenai hal ini sudah dipahamkan sedari kita duduk dibangku sekolah dasar hingga sekarang kita kuliah. Akan tetapi pertanyaan selanjutnya adalah, sudahkah kita melaksanakan bakti kita kepada orang tua hingga saat ini? Ataukah berbakti hanya menjadi hal yang mudah kita dengar?

Semua manusia punya kewajiban untuk berbakti kepada orang tua, begitu pula kita mahasiswa. Tidak ada bedanya antara mahasiswa rantauan maupun tidak dalam hal ini. Keduanya punya kewajiban yang sama. Contoh kecilnya adalah komunikasi, bukankah sebaiknya kita senantiasa meminta izin jika hendak pergi maupun pulang terlambat ke rumah? Berbeda dengan mahasiswa rumahan yang bertemu langsung tiap hari dengan orang tua, berbakti menjadi lebih mudah.
Bagi mahasiswa perantau, berbakti pada orang tua memiliki cerita tersendiri.
Dalam hal meminta izin misalnya. Meminta izin bisa merupakan wujud pengertian kita kepada orang tua. Orang tua setidaknya harus paham apa yang sedang dan akan kita kerjakan, mereka akan tenang dan senantiasa memberikan ridhonya yang efeknya insyaa Allah akan memudahkan semua kegiatan kita.

Jadi, selagi kita masih bisa diingatkan kembali terkait berbakti kepada orang tua. Luangkanlah waktu kita, paling tidak tiap 1 pekan  ada 1 hari sebagai _quality time_ kita bersama keluarga. Lakukan sebisa kita, karena sejatinya birrul walidain itu bisa kita lakukan di mana saja asal ada usaha kita untuk melakukannya. Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan dan keinginan kita di setiap langkah kita. Aamiin.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration