Kategori: Wejangan Grafis

Dalam menjalani kehidupan di dunia, seorang mukmin mempunyai tiga kekuatan. Pertama kekuatan niat. Niat sangatlah penting karena dapat menentukan nasib hidup kita. Maksudnya, apa yang kita dapatkan bergantung pada niat kita. Kedua, kekuatan ikhlas kemudian yang ketiga adalah kekuatan istiqomah. setelah istiqomah, kemudian akan muncul khusnul khotimah (menutup dengan kebaikan-kebaikan).

Pada kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama besar zaman dahulu, banyak yang meletakkan pembahasan niat di bagian awal. Diawali dengan meluruskan niat agar Allah menerima semua amalan-amalan kita. Karena segala amal itu tergantung dari niatnya. Betapa banyak amal akherat tapi niatnya untuk dunia, maka akan menjadi amal dunia. Amal akhirat seperti ceramah, tapi jika niatnya salah yakni niatnya untuk li aj’li dunya atau mencari dunia, maka di akhirat tidak akan mendapatkan apa-apa yang ada hanya mendapatkan dunia saja. Jika amal dunia diniati untuk akherat, maka akan menjadi amal akherat. Amal dunia yakni bekerja, bersih-bersih, sekolah, bersosialisasi, dan lain sebagainya jika diniati lillahi ta’ala mencari akhirat maka akan menjadi amal akhirat. Oleh karena itu, jika salah dalam menata niat, maka tidak akan mendapat apa-apa di akhirat kecuali apa yang diniatinya saja. Maka, bekerjalah dengan niat yang benar. Yakni dengan niat untuk akhirat. Karena dengan niat untuk akhirat maka kita pun akan mendapatkan dunia.

Niat bukan sekedar ucapan nawaytu (saya berniat). Namun, niat memiliki hubungan dengan azam, yaitu kekuatan dan dorongan hati yang kuat. Niat yang kuat mampu mengubah seluruh kehidupan sesorang. Karena dengan niat itulah yang akan kita pikirkan, apa yang kita doakan, apa yang kita inginkan dan kemudaian akan berubah pada suatu tindakan. Akan menjadi baik atau buruk tentu sesuai juga dengan niat kita baik atau buruk juga. Segala sesuatu tergantung pada niatnya.

Salah satu kelemahan kita kenapa tidak mampu menjadi generasi masyarakat kehidupan yang maju adalah lemahnya perencanaan. kenapa ini? tidak lain karena lemahnya niat setiap orang dalam keinginan yang hendak dicapainya. Tidak adanya perencanaan besar kedepan karena mereka memiliki niat yang dangkal.

Jika niat itu ada maka pastii akan ada perencanaan. Perencanaan akan memunculkan imajinasi dalam pikiran kita, kemudian akan membuat hidup kita teratur dan berjalan sistematis sehingga akan mendorong tindakan nyata dan apa yang kita inginkan insya Allah dapat kita gapai.

Niat itu seperti ruh bagi tubuh. Niatkan semuanya dengan jelas di dalam hati dan pikiran. Dari ibadah, kesehatan, ilmu pengatahuan, finansial, jodoh, keluarga dan bahkan sampai kaum kerabat yang ingin kita punyai nanti.

Bangunlah niat itu sejelas mungkin dan merangkai tujuan-tujuan yang pasti dalam segala aspek hidup ini. Niat menjadi ayah terbaik, ibu terbaik, penghafal Qur’an, Mahasiswa terbaik, anak yang sholeh, mendapat surga firdaus, dll. Dan selalu niatilah menjadi yang terbaik dalam peran dan pekerjaan yang kita jalani sekarang.

Azzamkan niat yang baik. Insya Allah karenanya, kita masih mendapat pahala walau belum mampu melaksanakannya. Innamal a’malu binniyat. Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. Kita akan mendapatkan sesuai yang kita niatkan. Marilah kita perbanyak niat baik, agar menjadi umat yang “kaya” dengan niat dan menjadi umat yang baik.  (Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafizh)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration