Kategori: Wejangan Grafis

WG AMAL

Diantara kerugian akhlak tercela adalah terhapusnya amal-amal yang telah kita kumpulkan.
Amal yang telah bertumpuk-tumpuk akan terhapus dan bukan hanya itu bahkan berbuah dosa.
Jika akhlak mulia dapat menambah pahala dan menggugurkan dosa maka akhlak tercela dapat mengurangi bahkan menghapus pahala dan menambah dosa. Sehingga di akherat nanti pahalanya habis dan dosanya bertambah besar.
Orang yang seperti ini oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam disebut dengan muflis atau dalam bahasa kita disebut bangkrut. Orang yang bangkrut itu diistilah bagi orang yang ketika berdagang/berbisnis bukannya memperoleh keuntungan namun sebaliknya modal dan barang-barang dagangannya habis.
Ini adalah gambaran orang yang bangkrut di akherat. Pahala amal shaleh yang seharusnya jadi modal untuk meraih kebahagiaan di akherat menjadi habis. Disisi lain, hutang yang harus dia pertanggungjawabkan di hari akhir berupa dosa bertambah.
Dari sinilah kita mengetahui bahwa akhlak yang buruk dapat menghancurkan pahala. Padahal pahala adalah modal utama dalam meraih kebahagiaan di akherat. Harta, uang, kekayaan yang melimpah, pangkat atau jabatan, kekuasaan yang kuat tidak ada lagi manfaatnya di akherat kelak. Semua itu tidak bisa menolong. Inilah salah satu keburukan akhlak yang buruk yakni hapusnya pahala dan dibebankannya dosa orang lain kepada pelaku akhlak tercela.
Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
وَ إنّ سُوءَالخُلُقِ يُفسِدُ العَمَلَ كَماَ يُفسِدُ الخَلُّ العَسَلَ“
“Dan sesungguhnya akhlak tercela merusak amal sholeh sebagaimana cuka merusak madu” (HR Thabrani. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam As Shahihah no 907, kami kutip hadits ini dari buku Mendulang pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrazzaq karya Ustadz Firanda, M.A)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration