WhatsApp Image 2017-11-26 at 12.11.22

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

Alhamdulillah, telah terlaksana agenda kemuslimahan JN UKMI “Temu Aktivis Muslimah (TAMU)” yang kedua periode ini pada hari Sabtu, 25 November 2017 di Ruang Seminar NHIC UNS. Agenda ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan penjagaan bagi aktivis muslimah UNS serta semakin merekatkan ukhuwah antar aktivis muslimah baik dari kalangan LDK maupun LDF di UNS.

TAMU kali ini mengusung tema “Melejitkan Semangat Dakwah Muslimah dalam Berdakwah” serta menghadirkan pembicara seorang penulis buku dan aktivis FLP Solo yaitu Ustadzah Asri Istiqomah.

Beliau menyampaikan bahwa kita patut bersyukur menjadi warga negara Indonesia karena masih diberikan rasa aman dan leluasa dalam beribadah dan berdakwah. Maka bersyukurlah, tidak hanya dalam lisan tetapi juga selalu semangat dalam berdakwah. Misi Allah dalam penciptaan manusia adalah manusia diperintahkan untuk menjadi seorang khalifah. Tugas menjadi seorang khalifah itu sangat besar yaitu memakmurkan bumi dengan kalimat-kalimat Allah dan dakwah ilallah. Berdakwalah, berjihadlah dengan jiwa dan hartamu. Allah janjikan surga seluas langit dan bumi.

Terdapat tiga dakwah paripurna Rasululullah:
Yang pertama yaitu Dakwah Aqidah. Dakwah ini harus selalu dikuatkan. Berlemah lembut kepada sesama muslim dan tegas kepada yang kafir. Yang kedua yaitu Tasamuh kepada sesama muslim atau toleransi. Dan yang terakhir yaitu Tajarrud. Menyampaikan dakwah secara bertahap, tidak bisa langsung semua.

Selain itu, Ustadzah Asri juga menyampaikan bahwa dalam beribadah dan berdakwah hendaklah dilakukan semampu kita dan dalam menghindari kemudaharatan dilakukan dengan sekuat tenaga kita.

Kita bisa melihat contoh fenomena menikah muda yang sedang booming sekarang. Jangan sampai kita terprovokasi nikmatnya dalam menikah saja. Karna sejatinya ada beban berat yang harus kita pikul setelah menikah. Sebelum memutuskan untuk menikah, pikirkan terlebih dahulu madharat-madharatnya dibandingkan nikmat-nikmatnya. Agar kita bisa benar-benar memutuskan pilihan terbaik. Pikirkan, apakah kita sudah benar-benar siap secara mental untuk menikah? Apakah kita bisa lulus kuliah dengan tepat waktu setelah menikah? Selain itu, pikirkan juga mau tinggal dimana dengan pasangan kita nanti setelah menikah? Pikirkan madharat-madharat lain-lainnya.

Banyak orang ketika sudah menikah, mudah meninggalkan dakwah. Padahal misi utama menikah adalah dakwah. Seharusnya dengan menikah, semakin menjadi semangatlah dalam berdakwah. Karena, adalah kita yang nantinya melahirkan kader-kader terbaik untuk melanjutkan estafet dakwah ini. Jadi, jangan mudah terhasut untuk segera menikah ya jika memang belum siap.

Tidak usahlah mudah baper-baper masalah jodoh. Baperlah pada persiapan kita menghadapi kematian. Sudah sampai mana? Karna Allah sudah siapkan jodoh untuk kita, namun Allah tak menjamin kematian kita akan khusnul khotimah. Maka persiapkanlah kematian kita dengan sebaik-baik bekal ke surga :”)

Aktivis dakwah itu tujuan utama hidupnya adalah bisa menikmati harumnya surga, bukan dunia. Dunia ini hanya ibarat separuh dari sayap nyamuk. Tidak berharga di hadapan Allah. Dunia ini ada, tapi bukan tujuan kita. Jadi jangan pernah meninggalkan kewajiban kita untuk beribadah dan berdakwah hanya demi urusan dunia. Jangan sampai kita merugi.

Dalam sesi Q & A, Terdapat dua orang penanya. Penanya pertama menanyakan perihal batasan toleransi kita kepada saudara semuslim.
Ustadzah Asri menjawab bahwa dalam menasehati saudara kita hendaklah pertama kali diniatkan karna Allah ta’ala sehingga tidak ada rasa benci dan dendam. Lalu, nasehatilah saudaramu dengan cinta. Bisa dengan pergi berdua saja seperti main atau makan bareng. Sehingga penyampaian nasehat lebih intens dan tepat sasaran. Lembut kepada saudara kita bukan berarti menjadi lemah. Lemah lembut berarti menasehati karna cinta. Cari cara agar saudara kita benar-benar beratubat.

Lalu pertanyaan kedua yaitu apakah merasa “berkorban perasaan” termasuk dalam jihad?
Ustadzah menjawab bahwa kita harus senantiasa memperbaiki niat lagi. Kita harus sadar bahwa kita tidak pernah sendiri, ada Allah dan malaikat – malaikat-Nya yang selalu bersama kita. Jika saat syuro’ atau acara hanya beberapa orang saja yang hadir, maka bersabarlah. Tidak usah khawatir yang datang sedikit. Karna sejatinya hanya orang-orang pilihan Allah-lah yang didatangkan dalam acara kita tersebut. Tidak usahlah dibawa perasaan. Baper itu bukan jihad, tapi karna tanda belum ikhlas saja. Harus diminimalisir. Jihadunnafsi bukan dengan baper tapi dengan bawa keikhlasan lillahi ta’la. Jangan banyak memendam, tapi ungkapkan.

#TAMU
#TemuAktivisMuslimah
#Nisaa’
#Spirit17

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration