IMG_2578

Ingatkah kamu akan firman Allah kepada para malaikat dalam QS. Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Ya, begitulah kalimat pembuka yang disampaikan oleh Ust. Syihabuddin A.M selaku salah satu satu dari tiga pembicara dalam acara Sintesa “Seminar Nasional Teknologi dan Islam” 2016.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/5) merupakan salah satu dari Rangkaian acara SIFT 1437 atau Sebelas Maret Islamic Festival 1437 H. SINTESA diselenggarakan oleh SKI FT, BKI FT, dan SKI FMIPA. Acara yang menghadirkan tiga pembicara fenomenal yang tentunya merupakan praktisi ahli di bidang teknologi plasma yang sedang gencar dikembangkan baru-baru ini mengusung tema SINTESA “ Seminar Nasional Teknologi dan Islam : Optimizing The Human Role as Kholifa through Plasma Technology Development”. Ketiga pembicara tersebut masing-masing adalah Dr. Muhammad Nur, DEA selaku CEO dari CPR (Centre of Plasma Research) FT Undip ; Prof. Dr. Ir. Nelson Saksono, M.T selaku dosen dari Departmen Teknik Kimia FT UI dan Ust. Syihabuddin A.M yang nantinya akan memberikan pandangan mengenai pengembangan Teknologi plasma dari kaca mata Islam.

Acara ini sendiri diadakan pada pukul 08.00 WIB dan dibuka dengan sambutan dari Akh. Muhammad Iqbal selaku ketua panitia Sintesa 2016, Akh. Oky Rio Pamungkas selaku ketua SKI FMIPA periode 2016/2017, dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan acara oleh Wakil Dekan III FMIPA UNS yakni Prof. Dr.Sugiyanto, M.Si.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Muhammad Nur selaku CEO dari CPR (Centre of Plasma Research) FT Undip. Dalam kesempatan kali ini Dr. Muhammad Nur menuturkan bahwa Plasma merupakan salah satu penemuan mutakhir yang memiliki banyak sekali kegunaan yang menakjubkan jika dikembangkan lebih lanjut. Namun, sebelum itu apa itu plasma? Jadi plasma adalah fase keempat setelah gas, solid, dan liquid. Plasma terbentuk dari ion positif, ion negatif, elektron, molekul dan atom serta radikal bebas. Plasma sendiri memiliki 3 tipe yakni cold plasma, thermal plasma, dan hot plasma. Nah, aplikasi dari plasma ini sangat banyak dan salah satunya adalah Zeta Green yang merupakan alat pembersih udara yang dikembangkan oleh CPR FT Undip yang dipimpin oleh beliau langsung. Alat ini tentunya menjadi solusi mutakhir bagi permasalahan polusi udara yang ada di Indonesia, khususnya untuk ruang-ruang kecil seperti kelas, kantor dll agar lebih sejuk dan nyaman untuk dihuni.

Senada dengan Dr. Muhammad Nur, Prof, Nelson Saksono juga meneliti bahwa plasma merupakan salah satu inovasi luar biasa di bidang teknologi. Perbedaannya, Prof. Nelson Saksono mengembangkan plasma dalam lingkup yang jauh lebih spesifik yakni elektrolisis plasma. Namun jangan salah, meskipun jauh lebih spesifik dibandingkan dengan plasma yang dikembangkan oleh Dr. Muhammad Nur manfaat dari hasil penelitian beliau ini juga sangat luas seperti pengelolaan sampah, cleaning technology, plasma Air Purification dan masih banyak lagi. Kelebihan dari Teknologi ini sendiri adalah ramah lingkungan, murah dan mudah, suhu ambien, tekanan atmosferik, tidak membutuhkan katalis, inisiator atau pelarut organik, tegangan rendah, dapat digunakan berkali-kali dan tentunya kualitas produk yang dihasilkan juga jauh lebih baik. Selain itu teknologi plasma juga jauh lebih hemat sumber daya karena dengan penambahan zat aditif seperti metanol dan etanol dapat meningkatkan efektivitas proses hingga 140 kali lebih tinggi dibanding teknologi konvensional khususnya bidang elektrolisis seperti elektrolisis Faraday. Tentu ini menjadi inovasi yang sangat menakjubkan, tetapi bagaimana hal itu dilihat dari kaca mata islam? Berikut adalah jawaban dari Ust. Syihabuddin A.M.

Seperti yang telah dituliskan di atas bahwa manusia diutus Allah ke bumi tak lain dan tak bukan adalah untuk menjadi seorang khalifah. Artinya untuk menjadi seorang khalifah tidak cukup dengan berdiam diri dan ilmu ecek-ecek. Ada banyak sekali hal yang harus dipelajari oleh seorang khalifah agar nantinya dapat berkontribusi dengan semestinya dan bukannya merusak. Ingat selalu bahwa salah satu dari tugas seorang khalifah adalah menjaga apa yang telah Allah ciptakan di muka bumi dan bukan malah merusaknya. Hal itu tentu tidak akan terwujud tanpa adanya pengetahuan yang memadai, dan salah satu caranya adalah dengan mempelajari Al-Quran karena segala yang terjadi di dunia ini telah Allah tunjukkan dengan jelas di dalam Al-Quran termasuk juga sains.

Tahukah kamu bahwa mereka para ilmuwan di barat menjadi sekuat sekarang karena mereka mulai mengkaji apa-apa yang ada di dalam Al-Quran sedang kita sebagai umat muslim justru semakin jauh dari kemajuan karena kita sendiri tak lagi mau untuk mengkaji Al-Quran yang merupakan jawaban dari segala sesuatu. Tentu ini menjadi evaluasi untuk kita umat muslim agar lebih dekat lagi dengan Al-Quran serta mengkajinya agar kelak dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk umat manusia.

Lalu benarkah penelitian-penelitian semacam ini benar adanya? Menurut Ust. Syihabuddin A.M. salah satu cara mengelola alam semesta adalah dengan memahami teori siklus karena segala yang terjadi adalah berupa siklus. Salah satu contohnya adalah hama tanaman padi. Jika dipikir secara sederhana cara efektif untuk mengatasi hama bukan dengan membunuhnya tetapi menyeimbangkan siklusnya. Seperti rantai makanan jika salah satu ada yang hilang maka keseimbangan ekosistem akan terganggu begitupun teknologi. Boleh saja berinovasi sebanyak-banyaknya namun satu yang harus diingat jangan sampai hal tersebut kemudian menganggu keseimbangan yang ada karena sekali lagi. Ketika keseimbangan itu terganggu maka bukan kemajuan yang akan dihasilkan tetapi justru kerusakan. Maka dengan ini jelas bahwa antara sains dan agama tidak dapat dipisahkan karena agama mengkaji tidak hanya dari satu sisi saja tetapi dari berbagai sisi. Oleh karena itu, jadilah seorang khalifah yang mampu untuk memberikan kontribusi sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya untuk kemaslahatan umat banyak dengan terus berpegang pada Al-Quran. Ingat Allah menciptakanmu sebagai khalifah dan bukan perusak di muka bumi ini.

HYN

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration