ISRA MI'RAJ REVISI 1

 

ISRA MI'RAJ REVISI 1

Long Weekend ini menjadi momen yang berharga untuk sebagian besar masyarakat. Pulang kampung atau sekadar rehat sejenak dari rutinitas perkuliahan yang sibuk menjadi kenikmatan tersendiri bagi mahasiswa. Dengan posisi dua tanggal merah jatuh di hari Kamis dan Jum’at, alhasil terciptalah hari libur yang panjang.

Hampir semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk berlibur bersama keluarga atau bahkan bersama teman dan sanak saudara. Namun apakah kalian tau bahwa salah satu tanggal merah itu merupakan hari nya orang Islam. Ya hari ini, tanggal 6 Mei 2016, bertepatan tanggal 27 Rajab 1437 H, adalah hari Isra’ Miraj Nabi Muhammad saw. Untuk kali ini bisa jadi banyak orang yang terlupa akan hari ini. Mungkin mereka bisa jadi terlupa jika tidak ada kajian, tabligh akbar, ataupun acara lain yang memperingati hari besar Umat Islam ini.

Peristiwa Isra Mi’raj dijelaskan dalam firman Allah SWT, di Q.S Al Isra:1, yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting bagi Umat Islam. Perjalanan Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke  Masjidil Aqsha dalam waktu yang singkat dan dilanjutkan perjalanan ke Sidratil Muntaha atau langit ke tujuh. Dalam peristiwa ini Rasul tidak hanya menyaksikan surga dan neraka bersama Malaikat Jibril yang menemaninya. Namun disinilah beliau menerima perintah untuk melaksanakan sholat 5 waktu bagi umat Islam.

Berawal dari naiknya Rasulullah Saw. ke Sidratil Muntaha dan bertemu nabi-nabi sebelumnya di setiap lapisan langit. Setelah sampai dan menerima perintah untuk shalat sebanyak 50 shalat dalam sehari, Rasulullah Saw. turun. Saat perjalanan turun dari Sidratil Muntha, beliau mendapat nasihat dari Musa ’alaihis salam untuk menurunkan jumlah shalat dalam sehari. Maka Rasullullah Saw. kembali dan meminta diberikan keringanan mengenai jumlah shalat yang diperintahkan sebelumnya. Allah SAW memberikan keringanan dengan menurunkannya sebanyak 5 shalat. Setelah turun dan bertemu Musa ’alaihis salam, beliau berkali-kali menyuruh Rasulullah Saw. kembali dan meminta keringanan, hingga akhirnya Allah SWT menurunkanya menjadi 5 shalat dalam sehari.

Lahirnya perintah shalat 5 waktu yang dimulai dengan peristiwa besar seperti Isra’ Mi’raj menandakan kalau shalat merupakan ibadah besar bagi umat muslim. Selain sebagai ibadah wajib yang rutin, shalat diyakini dapat membentuk karakter dan kepribadian yang baik bagi orang yang mendirikannya.

Bisa saja kita secara langsung maupun tidak telah menghafal peristiwa Isra’ Mi’raj ini. Terlebih kita telah memeringatinya setiap tahunnya. Akan tetapi adakah makna terdalam yang kalian temukan dalam peringatan hari besar ini?

Seharusnya iya, karena ini adalah hari besar Islam. Dimana pasti di dalamnya terkandung banyak makna dan ibrah yang bisa kita pelajari.

Sudah berapa lamakah kalian hidup? Apakah itu 20 tahun atau kurang? Atau bisa jadi lebih? Sejak tahun berapakah kalian baligh? Mari kita mulai bermuhasabah diri. Dimulai dengan pertanyaan- pertanyaan sederhana untuk diri kita masing-masing. Pertanyaan tentang seputar aktivitas shalat kita sehari-hari. Sudah sesuaikah, tepat waktukah, atau bahkan sudah khusyu’ kah? Semisal kita sejak diajarkan atau saat baligh hingga sekarang menghabiskan waktu sekian tahun, pernahkah terbesit berapa banyak shalat yang telah kita lakukan? Pastinya sangat banyak jumlahnya, akan tetapi bagaimana dengan jumlah yang diterima oleh Allah nantinya? Wallahu ‘alam, semua pasti punya hitungannya masing-masing.

Inilah hikmah nya teman, jumlah shalat yang hanya 5 waktu ini alangkah berat nya kita lakukan secara sempurna. Bagaimana jika tanpa ada nya negosiasi antara Rasul dengan Sang Maha Pemilik Segala? Mungkinkah kita bisa sanggup untuk melaksanakannya?

Inilah makna dari kita untuk memperingati Isra’ Mi’raj setiap tahunnya. Analoginya ini seperti pengingat kita untuk senantiasa bermuhasabah diri mengenai dasar agama kita dan hal pertama yang akan dimintai pertanggung jawabannya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersemangat dalam mengerjakan shalat dan tidak lalai dalam mengerjakannya. Aamiin.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration