Korupsi

Memahami Makna Hari Antikorupsi di Indonesia

9 Desember telah ditetapkan sebagai hari Antikorupsi oleh PBB sejak tahun 2003. Hari itu bertepatan dengan adanya Konvensi Antikorupsi atau United Nations Convencients Against Corruption (UNCAC) yang digelar di Meksiko. PBB melihat bahwa pertemuan ini adalah pertemuan yang diinisiasi oleh sejumlah negara sebagai sebuah pernyataan tekad Internasional untuk memerangi korupsi di dunia. Sedangkan untuk penetapan tanggal 9 Desember sebagai hari Antikorups Nasional baru dilaksanakan satu tahun setelahnya yaitu di tahun 2004.
Untuk peringkat negara terkorup sendirimenurut transparency.org mengenai Index Korupsi Sedunia 2014, Indonesia mendapatkan peringkat ke 11 negara terkorup di lingkup Asia Pacific. Sedang untuk lingkup dunia sendiri Indonesia masuk peringkat 107 peringkat negara bebas korupsi. Walau memang di lingkup ASEAN Indonesia tidak menjadi negara terkorup tetapi masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga Singapura yang menduduki peringkat ke 7 dunia dan Malaysia peringkat ke 55 untuk negara bebas korup sedunia.
Ini menjadi muhasabbah diri kita masing-masing sebagai masyarakat Indonesia dan para calon pemimpin bangsa. Kasus korupsi di Indonesia sudah terjadi mulai dari jajaran staff hingga jajaran pemimpin mereka melakukan korupsi. Padahal untuk mereka para pejabat yang duduk di pemerintahan ini pasti sudah melewati berbagai pertimbangan mulai dari sisi akademisnya hingga masalah kepercayaan.
Tidak sedikit orang-orang yang diberitakan media berkali-kali tersandung kasus korupsi merupakan orang-orang yang punya pendidikan tinggi. Inilah yang perlu kita perhatikan lebih. Ada yang salah dengan para pejabat yang duduk di kursi-kursi pemerintahan. Jika kita perhatikan lebih lanjut yang kita hadapi adalah masalah mental. Mental orang Indonesia yang ingin serba instan. Contoh utama adalah mereka-mereka yang telah berjuang untuk duduk di pemerintahan dan telah menghabiskan sekian milyar rupiah dan setelah berhasil mereka ingin segera balik modal. Padahal gaji awal mereka tidak seberapa, sehingga mereka yang ingin instan mendapat keuntungan mengambil jalan untuk korupsi.
Bagaimana cara kita mengubah mental bangsa Indonesia? Orang-orang yang duduk di Pemerintahan tidak semua korupsi, yakinlah masih ada beberapa orang yang bisa kita percayai. Contoh langkah real yang dilakukan pemerintah adalah memperbaiki sistem pendidikan yaitu dengan mengarahkan pembelajaran yang juga menekankan pada karakter. Walau memang berhasil atau tidak cara ini belum terlihat karena memang solusi ini adalah solusi jangka panjang. Paling tidak yang bisa kita lakukan disini adalah mendukung program itu, mengawasi dan memberikan solusi.
Kembali mengingatkan saja bahwa Islam telah mengatur dan memberitahukan kepada kita ancaman apa yang Allah berikan kepada kita jika korupsi. Dalam Islam sendiri sudah banyak sumber hukum yang bisa kita pahami mengenai korupsi ini sendiri yaitu ada di qr’an surat Al Imran (161)
“Tidak mungkin seorang nabi nerkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka di hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) seimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS. Al Imran: 161)
Ancaman lain untuk para koruptor adalah mereka akan dikalungkan padanya sebesar 7 lapisan bumi.
“Dari Abi Malik Asyja’i dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Ghulul (pengkhianatan/ korupsi) yang paling besar di sisi Allah adalah korupsi sehasta tanah, kalian temukan dua lelaki bertetangga dalam hal tanah atau rumah, lalu seorang dari keduanya mengambil sehasta tanah dari bagian pemiliknya. Jika ia mengambilnya maka akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihut Targhib wt Tarhiib II/380 nomor 1869)
Banyak hal yang mesti kita benahi. Untuk korupsi sendiri akan butuh proses yang lama untuk menghilangkan mental Indonesia ini. Disamping waktu, kita juga butuh orang-orang yang mau berjuang mengembalikan mental bangsa serta masyarakat yang mau bekerja sama. Dengan berpegang teguh pada Al qur’an dan sunnah kita coba pahamkan ke mereka supaya mereka tahu. Wallahu ‘alam bishowwab.
Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration