Capture

GSJN 3 : Masa Emas Kepemimpinan Islam
Surakarta – Bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS, Gerakan Sholat Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) 3 kembali dilaksanakan pada Jumat (4/12). Kali ini tema yang diangkat adalah tentang kepemimpinan Islam yang dibawakan oleh dua pembicara, yaitu Prof. Dr. dr. H. Zainal Arifin Adnan selaku Ketua MUI Surakarta dan Ustadz Hatta Syamsuddin, Lc yang dikenal sebagai trainer dan pendiri dari indonesiaoptimis.com.
Sebagaimana kita tahu, bulan Desember adalah bulan di mana akan diadakan pemilihan kepala daerah. Seorang Muslim selayaknya tahu bagaimana seharusnya sosok pemimpin itu. Ada beberapa kriteria yang seharusnya menjadi dasar bagi umat untuk menentukan siapa sosok yang akan memimpinnya. Yang pertama dan mendasar, pemimpin itu haruslah seorang Muslim. Kriteria lain, sebagaimana yang disampaikan oleh Ust. Hatta adalah adil, yaitu dengan menempatkan segala sesuatunya berdasarkan kebutuhannya. Dua, seorang pemimpin itu haruslah seseorang yang berani karena seorang pemimpin akan dihadapkan dengan banyak permasalahan yang harus diputuskan dalam waktu singkat. Segala risikonya harus berani ditanggung, sementara tidak semua pihak menyukai keputusannya.
Ketiga, carilah sosok yang sederhana, apa adanya, tapi bukan sekadar pencitraan. “Atau siap lapar, tapi juga siap kenyang. Siap tidur di hotel bintang lima, tapi juga harus siap tidur di masjid tanpa alas,” begitu perumpamaan yang Ust. Hatta katakan. Pun dengan sosok Rasulullah SAW. yang tidurnya beralaskan kain kasar, sementara Kisra raja Persia dan Kaisar raja Romawi tidur beralaskan sutra. Empat, pilihlah pemimpin yang suka bermusyawarah. Dan tidak dilupa, pemimpin haruslah seseorang yang cinta dan peduli kepada rakyat yang dipimpinnya. Salah satu hal yang dicontohkan oleh sahabat Rasulullah adalah “blusukannya” Umar bin Khaththab di malam hari untuk melihat secara langsung kehidupan rakyatnya. Hingga akhirnya ia menemukan seorang gadis anak penjual susu yang melarang ibunya mencampurkan air ke dalam susu yang mereka jual dan kelak dari gadis itulah lahir sosok luar biasa Umar bin ‘Abdul ‘Aziz.
Seorang Muslim tidak semestinya enggan berbicara tentang kepemimpinan, justru para ulama harus berada di barisan terdepan untuk menciptakan pemimpin yang paham dengan nilai-nilai keislaman. sebab yang banyak kita temui adalah banyak pemimpin Muslim, namun banyak pula dari mereka yang tidak amanah. Sebuah kalimat yang bagus dikatakan oleh Ust. Zainal Arifin,”Berani nggak kalian bilang,’Siapa yang bisa dipercaya di Indonesia sekarang?”, maka jawabannya,’Hanyalah aku!’”.
Maka sebagai umat yang dikaruniai Qur’an, umat Islam seharusnya mampu mencetak sejarah terbaiknya sebagaimana sejarah-sejarah yang ditorehkan para pemimpin Muslimin sebelumnya. Tidak perlu menuntut orang lain untuk memulai, karena kita sejatinya juga pemimpin. Teruslah perbaiki diri, akhlak, dan perkaya pribadi kita dengan ilmu dan amal.
Meski tidak sebanyak dua GSJN sebelumnya, peserta dengan tertib mengikuti rangkaian acara GSJN 3 hingga qiyamullail, sholat shubuh, dan AAI Kubro selesai dilaksanakan. “Dari 1000-an peserta di GO (Grand Opening) dan sekarang tersisa 300-400 orang, hal itu bukanlah sebuah fitrah yang patut dimaklumi. Justru harus ada yang dievaluasi dari keberjalanannya,” seperti yang disampaikan Akh Achmad Azis Alfian selaku ketua panitia GSJN 3.[]

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration