ACS, sekolah peradaban yang dibuka oleh JN UKMI telah melaksanakan pertemuan ketiganya. Dengan jumlah peserta yang hadir ini masih sama dengan pertemuan sebelumnya, tidak ada penurunan peserta yang hadir. Untuk pertemuan ketiga ini diadakan di Ruang Diskusi NHIC, dengan waktu seperti biasa yaitu 15.30 WIB. Pertemuan berlangsung dengan dipandu oleh akh Aprelio sebagai MC dan akh Aqil sebagai moderator. Pembicara kali ini tidak kalah seru dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, dengan menghadirkan akh M. Syukri Kurnia Rahman, S.Ked sebagai pembicara dan temanya mengenai “Who am I?” mampu memotivasi peserta untuk serius mengikuti ACS ini.

Akh Syukri memulai materinya dengan membuat analogi. Menurut beliau seorang manusia terlahir dengan potensi-potensi yang dimiliki dalam dirinya, namun sejauh mana mereka mengetahui akan potensinya tersebut? Sebenarnya potensi yang dimiliki anak muda Indonesia itu besar. Analoginya seperti Rajawali, yang seharusnya rajawali bisa terbang dengan bebasnya di udara namun rajawali tersebut tidak bisa hidup karena dijadikan burung dara yang terkungkung dalam sangkar. Sangkar yang mengekang tersebut adalah uang saku, fasilitas mewah, bahkan perasaan nyaman. Kita tidak akan pernah tahu potensi diri kita jika tidak pernah dibenturkan pada posisi sulit dalam kehidupan kita.

There is no comfort in growth zone, and there is no growth in comfort zone. Tidak ada yang nyaman dalam zona pertumbuhan, dan tidak ada pertumbuhan dalam zona yang nyaman”.

 Maka kalau sekarang kita dalam zona yang tidak nyaman, berarti kita sedang bertumbuh, tapi jika kita berada dalam zona nyaman maka telah terjadi stagnant atau kebuntuan dalam kehidupan kita.

Akh Syukri menjelaskan untuk mengetahui potensi yang ada dalam diri kita ada beberapa hal yang harus dilakukan, yang pertama, kita harus mengetahui apa yang menghambat kita dalam bergerak atau melakukan suatu hal. Setelah kita mengetahuinya maka hilangkan atau hapuslah penghambat-penghambat tersebut.

Kedua, kita tidak akan pernah tahu apa potensi dalam diri kita sebelum kita mencobanya. Jika dihadapkan pada pertanyaan seberapa besar atau banyaknya potensi yang kita miliki, maka jawabannya adalah seberapa banyak kita mencoba hal baru. Karena jika kita tidak pernah mencoba maka kita tidak akan tahu seberapa potensi kita. Oleh karena itu, cobalah banyak hal, dan kita fikirkan apa yang mau kita coba. Walaupun terjadi kesalahan dari percobaan itu tetapi tetap ada keuntungan yakni dari suatu kesalahan maka kita akan tahu hal yang benar.

Ketiga, jangan menyesuaikan potensi dengan keinginan kita, tetapi mulailah dari keinginan terlebih dahulu karena jika kita menginginkan sesuatu maka potensi kita akan mengikutinya. Buatlah skala prioritas pada apa yang kita inginkan, kemudian tandailah dua halyang paling kita inginkan. Setelah itu terjunlah ke dunia itu, kemudian memutuskan untuk sukses disitu atau berhenti. Foskuslah pada hal tersebut secara maksimal, kemudian setelah tercapai maka tentukanlah keinginan yang lainnya. Sebelum melakukan suatu hal yang kita inginkan, maka pelajarilah terlebih dahulu bagaimana caranya melakukan hal tersebut. Praktikan teori 10.000 jam, yaitu teori tentang bagaiman caranyajika ingin menjadi seseorang yang expert atau ahli di bidang tertentu dengan menghabiskan 10.000 jam di bidang tersebut. Contoh, Bill Gates menghabiskan waktu 5 jam sehari untuk belajar komputer sebelum akhirnya menjadi bos microsoft. John Lennon dan Mick Cartney berlatih musik selama 3 jam sehari hingga akhirnya albumnya keluar dan menjadi terkenal sebagai The Beatles. Untuk bisa menjadi ahli pada bidang yang kita inginkan, maka tekunilah bidang tersebut dalam waktu 3 jam sehari dan harus dipaksakan untuk melakukannya.

Keempat, korbankanlah sesuatu yang tidak penting yang tidak ada hubungannya dengan keinginan dan masa depan kita. Aturlah pola perencanaan dalam karir di kehidupan kita. Menurut David J Swat, orang yang sukses adalah orang yang benar-benar memahami dan paling pandai menentukan aktivitas apa yang berhubungan dengan masa depan.

Pertemuan ditutup tepat sebelum adzan maghrib dikumandangkan. Dengan membaca do’a kafarattul majelis (penutup majelis) pertemuan ketiga ditutup.

~Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration