Oleh: Khalid Shibghatullah Rabbani

 

Kriteria komunikasi efektif dalam Alquran:

  1. Qawlan sadida (berkata benar) → Q. S. An-Nisaa’: 9

  2. Qawlan maysura (berkata pantas; lemah lembut) → Q. S. Al-Isra’: 28

  3. Qawlan karima (berkata mulia) → Q. S. Al-Isra’: 23

  4. Qawlan ma’rufa (berkata baik sesuai adat) → Q. S. An-Nisaa’: 5

  5. Qawlan baligha (berkata tepat sesuai sasaran; jelas) → Q. S. An-Nisaa’: 63

 

Apakah Komunikasi Efektif Itu?

  • Tersampaikannya gagasan, pesan, dan perasaan dengan cara yang baik.

  • Dapat menghasilkan perubahan persepsi, perilaku, dan pemahaman yang sejalan antara komunikator dan komunikan.

  • Tidak harus banyak bicara, tetapi langsung berikan keteladanan.

  • Menciptakan kesesuaian antara apa yang disampaikan pemberi pesan dan penerimanya.

  • Pesan dapat mengubah perilaku penerima pesan tersebut.

 

Dari hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa ada 5 dasar komunikasi, yaitu:

  1. Segala yang kita lakukan adalah komunikasi.

  2. Cara pesan disampaikan mempengaruhi bagaimana pesan diterima.

  3. Komunikasi yang sebenarnya adalah yang diterima, bukan yang diharapkan akan diterima.

  4. Cara kita memulai pesan mempengaruhi hasil komunikasi.

  5. Komunikasi berjalan dua arah.

 

Ciri orang bertakwa adalah dia yang beriman dan perkataannya benar. Tidak mungkin ada orang yang rajin beribadah tetapi interaksi antarsesamanya buruk. Sebaik-baik komunikasi adalah memberi (keteladanan), jadi seseorang harus memperhatikan akhlaknya saat berkomunikasi dengan orang lain. Semakin baik komunikasi seseorang dengan orang lain, maka hubungannya dengan orang lain (habluminannas) juga akan baik. Komunikasi efektif membutuhkan kesabaran. Hal yang sering tidak disadari oleh seseorang adalah bahwa kesabaran itu tidak terbatas. Orang yang “kesabarannya telah habis” adalah orang yang telah dikalahkan oleh nafsunya.

 

5 Komponen dalam Komunikasi:

  1. Pengirim pesan (sender)

  2. Pesan yang disampaikan (message)

  3. Saluran atau media penyampaian pesan (channel)

  4. Penerima pesan (receiver)

  5. Umpan balik (feedback)

 

Manfaat Komunikasi Efektif

  1. Manfaat Internal

Ketika seseorang memiliki kemampuan komunikasi efektif, dia akan mampu menyebarkan kebaikan, sehingga dia dapat menjadi teladan. Memang bukan pujian dari orang atau gelar sebagai teladan yang diharapkan, tetapi ketika seseorang dapat menyebarkan kebaikan dan manfaat kepada orang lain, yang akan dia dapatkan adalah pahala jariyah.

 

  1. Manfaat Eksternal

Penerima pesan dari sebuah komunikasi efektif akan mendapatkan pemahaman yang baik terhadap pesan yang disampaikan, sehingga tidak akan timbul kesalahan persepsi yang mungkin saja akan memberikan kerugian kepada kedua belah pihak, atau bahkan pihak-pihak lainnya.

 

Dalam Q. S. Ali-Imran ayat 79, Allah Swt. berfirman bahwa manusia-manusia Rabbani (pengabdi-pengabdi Allah; yang bertindak sesuai titah Tuhannya) adalah mereka yang mengajarkan Alquran dan mempelajari Alquran. Allah meletakkan kata “mengajarkan” sebelum “mempelajari” karena ketika seseorang mengajarkan Alquran, sesungguhnya dia sedang belajar Alquran. Hal ini juga menunjukkan bahwa untuk menjadi manusia terbaik, seseorang harus memiliki manfaat sosial. Sehebat apa pun ide seseorang, jika dia tidak dapat menyampaikan idenya dengan baik, maka ide itu tidak akan membawa manfaat apa pun.

 

Seni berkomunikasi menentukan kesuksesan dakwah. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, sebaik-baik komunikasi adalah memberi. Itu artinya, dakwah adalah soal memberi, yang dalam hal ini bukan hanya dalam bentuk ucapan, melainkan juga keteladanan.

 

Hubungan antara Komunikasi Efektif dan Hati

Komunikasi efektif adalah seni menaklukkan hati. Harus ada keterikatan hati antara komunikator dan komunikan, sehingga pesan dapat disampaikan dengan baik. Hati adalah milik Allah Swt. Tidak ada gunanya seseorang memberikan segalanya untuk orang lain, tetapi Allah tidak menghendaki hati keduanya terpaut. Maka dari itu, seseorang tidak boleh berhenti memohon kepada Allah agar dipautkan hatinya dengan orang-orang di sekelilingnya, sehingga dia dapat menyebarkan kebaikan kepada mereka.

 

Hukum Komunikasi (“REACH”)

  1. Respect (penghargaan)

Untuk membangun komunikasi efektif, seseorang harus menghargai lawan bicaranya. Tidak boleh ada perasaan paling benar sendiri dan sikap sok menggurui. Di samping itu, ketika seseorang merasa iri pada orang lain dan ternyata orang lain itulah yang mendapatkan nikmat, dia seharusnya mampu memberikan penghargaan kepada orang itu, sesakit apa pun rasanya. Hal ini akan melatih seseorang memiliki kebesaran hati; hati seorang pemenang.

 

  1. Empathy (kemampuan mendengar)

Sudah disebutkan sebelumnya, bahwa komunikasi efektif adalah soal adanya keterikatan hati. Keterikatan ini dapat dibangun dengan kemampuan mendengarkan orang lain. Perhatian penuh seseorang terhadap orang lain yang sedang bicara padanya akan menunjukkan bahwa orang itu dianggap penting, dan kata-katanya tidak disepelekan. Ini akan menjadi bentuk penghargaan yang luar biasa bagi orang lain. Selain itu, kemampuan mendengarkan orang lain akan membantu seseorang menyerap ilmu dari sekitarnya.

 

  1. Audible (dapat dimengerti)

Tidak hanya mampu mendengarkan orang lain, seseorang juga harus dapat dimengerti untuk membangun komunikasi efektif. Itulah sebabnya, ketika seorang pembicara akan berbicara di depan orang lain, dia memerlukan latihan dan persiapan. Semakin sering seseorang berlatih untuk bicara dengan baik di depan orang lain, semakin baik kemampuannya dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan.

 

  1. Clarity (jelas)

Kata-kata yang terlalu panjang dapat menimbulkan kebingungan. Kata-kata yang terlalu pendek dapat menimbulkan kesalahan persepsi. Maka dari itu, untuk membuat pemahaman yang sesuai antara pemberi dan penerimanya, pesan harus disampaikan dengan padat, jelas, dan berisi.

 

  1. Humble (rendah hati)

Kerendahan hati adalah sikap yang wajib dimiliki oleh seseorang yang ingin menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Dia tidak boleh merasa tinggi dan sombong. Dia harus mampu memposisikan dirinya sesuai dengan penerima pesan kebaikannya. Jika dia berhadapan dengan orang yang lebih tua, maka dia harus menaruh hormat. Jika dia berhadapan dengan anak-anak, maka dia harus menunjukkan kasih sayang. Jika dia berhadapan dengan sesamanya, maka dia harus bersikap layaknya sahabat.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration