img_8667

Surakarta (20 September 2015). Lagi, aksi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi Palestina terkhusus Masjid Al Aqsho. Berawal dari pesan singkat pada Sabtu (19/09/2015) malam, mahasiswa menerima seruan untuk turun ke jalan. Kegelisahan tentang Al Aqsho yang semakin dibombardir dalam sepekan terakhir menghilangkan keraguan, menambah keyakinan, mengabaikan perbedaan untuk bersama-sama menyatukan rasa dan mencoba menggetarkan hati orang lain bahwa ada sebuah tempat di bumi yang sama dan tempat itu seolah-olah tidak mendapat keadilan atas perlakuan-perlakuan yang selama ini dihadapinya.

Menuju Galeri Foto

Diawali Sholat Asar Berjamaah di Bundaran Gladak

Kami yang berangkat dari UNS sudah begitu yakin untuk menjawab seruan aksi yang dimotori FSLDK Indonesia. Namun, kami masih menyimpan keraguan apakah aksi ini akan menyedot banyak masa atau tidak. Ternyata, keraguan itu hilang karena aksi bukanlah untuk mencari image atau mengejar trend. Kami berusaha memperbaiki niat kami.

Sampai di lokasi (Bundaran Gladak), kami terkejut. Baru satu orang yang kami lihat. Ini aksi apakah mau dilanjut? Kalau dilanjut apakah tetep di sini? Tetapi yang namanya yakin itu keren. Tidak lama kemudian, barisan kampus-kampus yang tergabung dalam koordinasi FSLDK Solo Raya datang berduyun-duyun seakan-akan dikirim oleh Allah untuk menghilangkan keraguan kami. Menyusul juga teman-teman kampus dari berbagai lembaga (tidak hanya lembaga kerohanian saja). Organisasi Mahasiswa eksternal juga datang.

Situasi yang belum terkondisikan memaksa korlap Aksi dari komisi A FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan D, mengarahkan seluruh peserta aksi untuk segera berkumpul dan mengawali aksi. Aksi diawali dengan menunaikan solat Asar di lokasi Aksi oleh sebagian peserta. Sementara, sebagian yang lain membuat border.

Solat asar di aksi menjawab panggilan al aqsho

Dibuka dengan Tasmi’ Al qur’an

Tasmi’ dilakukan oleh Yahya Ayyasy untuk membuka Aksi kami

tasmi quran

Diwarnai dengan Nyanyian dan Orasi

Setelah Tasmi’ Al qur’an, aksi dilanjut dengan nyanyian untuk Palestina. Diteruskan dengan Orasi-orasi mengenai pentingnya Al aqsho bagi kaum muslim. Serta penyadaran bahwa ini juga bukan urusan kaum muslimin saja tetapi juga urusan manusia secara umum. Bentuk penindasan di Palestina seolah-olah ditekan media agar tak sampai ke hati manusia bumi ini.

Teatrikal Palestina-Israel-Indonesia
Teatrikal ini diperagakan oleh perwakilan teman-teman JN UKMI dan Puskomnas. Inti ceritanya adalah Indonesia tidak berdaya terhadap kondisi Palestina yang terus disiksa oleh Israel.

Aksi ditutup dengan Doa serta penulisan ikrar 1000 Penjaga Al Aqsho

semoga Allah senantiasa menjaga niat kita agar tetap berada di jalan-Nya

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration