Surakarta – Sabtu (19/10) JN UKMI UNS dan Takmir Masjid Nurul Huda UNS mengadakan Kajian Rutin (Kantin) dengan tema “Akidah Thohawiyah” dengan pemateri Ust. Tamim Aziz, Lc., M.P.I. Kajian bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS. Kajian diikuti oleh cukup banyak peserta, terutama dari kalangan mahasiswa muslim UNS.

Sebagai pemateri, Ust. Tamim Aziz menyampaikan tentang pentingnya kita memahami sosok Rasulullah Muhammad SAW sebagai Rasul yang kita jadikan sebagai suri teladan dan bagaimana pula sebagai seorang muslim bersikap sehubungan dengan kedudukan beliau sebagai utusan Allah tersebut. Beliau baginda Rasulullah saw adalah manusia biasa yang diberi kedudukan istimewa oleh Allah swt sebagai utusan-Nya. Maka, ada dua sikap yang sepatutnya dilakukan oleh seorang muslim dalam menghargai dan memaknai kedudukan beliau Rasulullah Muhammad saw.

Sikap pertama adalah terkait kedudukan beliau sebagai utusan Allah swt. Maka, sudah seharusnya kita menghormati beliau sebagai manusia yang mulia, sekaligus menjadikannya sebagai suri teladan. Ada maksud mengapa Allah menurunkan utusan dari kalangan manusia biasa sebagaimana Rasulullah Muhammad saw. Tak lain dan tak bukan adalah agar manusia yang lain bisa menjadikan Rasulullah saw sebagai panutan. Mengingat sesama manusia tentu sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Ada kalanya manusia berbuat benar, dan ada kalanya berbuat kesalahan. Hal-hal itulah pula yang terdapat pada diri Rasulullah saw. Begitu manusiawi, namun tetap menjadi pribadi yang istiqomah dalam menjalankan tugas dari Allah swt. Dapat dibayangkan jika yang diutus Allah swt dari kalangan malaikat yang suci lagi patuh hanya pada Allah swt. Tentu perangainya akan sulit untuk dicontoh umat manusia.

Sikap yang kedua adalah tidak berlebihan menganggap beliau sebagai orang suci yang seakan menjadi sosok jelmaan Allah swt. Karena fakta yang terjadi di kalangan umat Islam sekarang adalah mengkultuskan orang-orang sholih sebagai sosok juru selamat yang membawa keberkahan. Banyak yang menganggap sosok kyai, ustad, atau keturunan Nabi Muhammad saw sebagai orang-orang suci, sampai-sampai melebihi kesucian Rasulullah Muhammad saw sendiri. Sampai ada sebuah argumen yang mengatakan, “Apakah Kyai bisa berdusta?”. Ini jelas-jelas bentuk pengkultusan sosok orang ‘alim yang berlebihan. Naudzubillah.
Pada akhir acara, diadakan sesi tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan yang oleh Ust. Tamim Aziz dapat dijawab dengan bahasan yang lugas dan mudah dimengerti oleh jamaah. Wallahu a’lam bish-showab.

Tim Redaksi JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration