20150913205009

RILIS ASSALAM 2015 | Ahad, 13 September 2015 | R. Seminar NHIC UNS

Surakarta – “Peradaban itu dibangun dari merahnya darah para syuhada dan tinta hitam para ulama,” begitulah hal pertama yang disampaikan oleh Arya Sandhiyudha ketika membuka seminar keislaman Assalam (Ajang Silaturahim Mahasiswa Islam) 2015 yang diikuti oleh 180 orang peserta. Seminar yang dipersembahkan untuk menyambut mahasiswa baru UNS 2015 ini diselenggarakan di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center pada hari Ahad (13/9) kemarin. Tema yang diangkat adalah “Youth Transformation Towards Islamic Civilization”. Sebuah tema yang dihadirkan untuk menjawab tantangan umat Islam ke depan, khususnya para pemuda, dalam menyongsong bangkitnya peradaban Islam.

Kandidat doktoral dari Universitas Fatih Turki ini juga menyampaikan ciri-ciri peradaban yang disebutkan oleh Ibnu Khaldun. Untuk mewujudkan peradaban Islam yang saat ini sedang redup, poin utama yang harus dimiliki oleh para pemuda antara lain satu, memiliki pikiran yang tercerahkan. Pemuda, terutama pemuda Islam, harus membelajarkan diri untuk memiliki pengetahuan yang luas dengan membaca banyak jenis buku, bukan hanya buku agama. Karena kemajuan yang dulu pernah Islam raih adalah karena gandrungnya para ulama dalam membaca buku mengenai berbagai macam pengetahuan. Sekarang, ada berapa mahasiswa yang ber-IP tinggi, sholih, sekaligus mampu menjadi bintang dalam bidang keilmuan yang sedang ia pelajari sekarang?

Dua, mampu mengelola mood. “Bangsa yang dikelola dengan mood pasti akan hancur. (Pemudanya) gampang sedih dengan masa yang hilang dan gampang galau dengan masa yang belum datang,” begitulah Mas Arya mengiaskan manajemen pemuda dalam menghadapi dirinya sendiri.
Peran besar pemuda dalam membangun peradaban selanjutnya adalah mempersatukan umat. Sehingga, pemuda harus tahu bagaimana cara bergerak, yang dalam hal ini ayah dua orang anak ini memiliki sebutan trisula pemuda, yaitu gerakan secara solid, alit dan elit. Pemuda harus paham mengenai target-target dakwah mereka dan menempatkan diri di tengah-tengahnya (segmenting- targeting-positioning). Harapan kita semua bahwa Lembaga Dakwah Kampus mampu menjadi rumah bagi semua golongan.

Dalam seminar pagi hingga sore itu, turut dihadirkan pula Heru Edi Kurniawan, S. Pd., M. Pd., yang kini menjadi salah satu dosen di Prodi Pendidikan Fisika UNS. Materi yang disampaikan masih seputar pemuda dan peradaban Islam. Masa muda adalah masa di mana manusia unggul dalam segala hal. Waktu, fisik, kemampuan, dan pikiran. Bahkan Rosululloh SAW. pun mengatakan jika semua penghuni surga adalah pemuda untuk menegaskan betapa berharganya usia muda yang kita miliki sekarang.

Nah, mulailah bergerak dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Dengan memiliki sektor-sektor atau hal-hal yang akan kita tekuni (takhosus). Jika masih belum merasa mampu, maka hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah dengan mempersiapkan peningkatan kapasitas diri dan tidak memperburuk keadaan yang ada. Jadilah dirimu jawaban bagi peradaban, bukan hanya beban yang semakin memberatkan![]

~Tim Warta JN UKMI UNS

Ringkasan twit baca di sini.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration