TEKAD UNS 2015

Reburn Our Spirit Reborn Our Movement- Temu Kader LDK Se-UNS 2015

Minggu (23/8), bertempat di ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center (NHIC), Forbes (Forum Besar) LDK UNS 2015 mengadakan acara Temu Kader LDK UNS periode 2015. Agenda yang bertujuan untuk mempertemukan para kader LDF se-UNS. Acara ini menghadirkan para aktivis lembaga dari SKI FKIP, SKI FK, SKI MIPA, SKI FT, BKI FT, BPPI, FOSMI, FUSI, SKI FSSR, LKI FISIP serta JN UKMI, acara ini berhasil menghadirkan banyak sekali peserta. Acara yang berlangsung dari pukul 08.30-11.30 WIB menghadirkan seorang pembicara yaitu M. Syukri Kurniarahman, S.Ked, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia 2015.
Acara dibuka seperti biasa oleh MC, Taufiq (Ketua Umum SKI FKIP) dan juga Farhan (Ketua Umum SKI FK). Dilanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia yaitu Afif Muchlisin selaku Ketua Umum LKI FISIP, Ketua Umum JN UKMI UNS 2015 Alfi S. Yusuf dan juga pembina JN UKMI dan SKI FKIP, Bapak Moh. Muchtarom, S.Ag, M.SI.
Pembicara menyampaikan beberapa hal mengenai perkembangan dan permasalahan di LDK. Menurut pembicara, orang-orang yang bergerak di aktivis dakwah itu akademiknya harus bagus. Supaya tidak dipandang sebelah mata oleh mahasiswa yang lain. Untuk menaikkan nama LDK bisa dengan menggunakan hal ini sebagai branding yang bagus Syukri menyampaikan bahwa alangkah baiknya kita melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam beraktivitas di dalam LDK masing-masing. dengan melakukan ATM ini diharap agenda-agenda di LDK UNS akan semakin dinamis.
“Setiap masalah ada ilmunya. Setiap ilmu ada bukunya. Maka dari itu ayolah kita membaca.” Budaya membaca ini memang harus digalakkan kembali, salah satunya adalah program dari PUSKOMNAS FSLDK Indonesia yang diinisiasi oleh pembicara, yaitu baca 25. Baca 25 maksudnya adalah membaca 25 halaman setiap harinya. Dengan banyak membaca kita bisa mengkritisi banyak hal, bisa membuat solusi masalah kita, kita juga bisa menuliskan apa yang kita pikirkan dengan baik.
Kita yang berkecimpung di jalan dakwah pastinya kita harus bisa bersyiar. Syiar yang baik disampaikan melalui keteladanan. Teladan itu bisa kita ambil dari pemimpin. Pemimpin yang baik itu bukan hanya bisa menyuruh anggotanya tapi juga bisa mencontohkan akhlak yang baik untuk anggotanya. Inilah perbedaan dari bos adan juga pemimpin.
Sebuah lembaga dakwah akan menjadi lembaga yang bagus dan terkondisikan jika orang-orang yang berkecimpung di dalamnya juga terkondisikan. Syukri menyampaikan bahwasannya untuk menjadikan lembaga yang baik maka yang perlu diperbaiki pertama kali adalah diri kita masing-masing.
Penyampain materi yang sangat berkesan ini berlanjut hingga pukul 11.45 acara ditutup dengan doa hamdalah dan doa kafaratul majlis.
“ketenangan itu hadir bukan karena dia berdiam diri. Namun, ia hadir ketikaa hati yang selalu rindu pada kebaikan bertemu dengan pikiran dan periaku yang tak lelah mewujudkan kebaikan itu sendiri.” (Alfi S. Yusuf, Ketua Umum JN UKMI 2015)

~Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration