Kemerdekaan itu

… فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ…

“Barang siapa yang Allah selamatkan dari siksa Neraka Jahanam, dan Allah masukkan ke dalam SyurgaNya di Akhirat kelak itulah hamba Allah yang merdeka!” (QS Ali Imron 185).

Jika makna kemerdekaan mampu kita ambil dengan dalam, apa yang membuat kita takut?


Hari ini tanggal 17 Agustus 2015. Tujuh pulun tahun yang lalu, proklamasi telah dibacakan oleh Bung Karno sebagai tanda kemerdekaan Indonesia. Sebuah hal yang monumental bagi bangsa kita atas segala perjuangan yang telah dilakukan pada saat itu. Momen tersebut ada setelah darah-darah pejuang mengalir hangat di tubuhnya. Pun dengan ibu pertiwi yang tak kuasa menangis dan berdoa ketika darah itu jatuh dalam pangkuannya. Momen tersebut ada setelah kegelisahan dalam hati bangsa Indonesia tak kuasa menahan kemalasan untuk bergerak. Menggerakkan hati mereka. Menggerakkan pikiran mereka. Menggerakkan tubuh mereka. Menggerakkan seluruh bangsa untuk merubah kegelisahan ini menuju cita mereka.

Mereka ingin kehidupan damai untuk menegakkan keadilan hadir di Indonesia. Mereka mengharapkan kita (generasi setelah mereka) bisa hidup dalam keadaan yang lebih baik daripada yang mereka alami saat itu. Mereka ingin, kita mampu melakukan amal-amal yang lebih baik dengan keadaan tersebut.

Mereka berjuang bukan untuk hal kecil. Mereka berjuang untuk hal yang besar. Mereka berjuang untuk keadilan. Keadilan di mana setiap warga Indonesia mampu memperoleh hak air, tanah, tumbuhan, dan berbagai hadiah Sang Maha Pencipta yang memanh secara jelas itu dianugerahkan di bumi Indonesia. Keadilan di mana setiap orang boleh secara bebas melaksanakan keyakinan yang benar. Keadilan di mana setiap manusia mampu berbuat untuk dirinya sebagai manusia atnpa adanya ‘pengekangan’ yang zalim.

Mereka berjuang. Karena, pada saat tersebut itulah hal terbaik yang bisa dilakukan. Semangat perjuangan yang luar biasa. Mereka melihat satu visi besar yang harus mereka ada di jalan menuju ke sana, yaitu dengan berjuang.
“Alhamdulillah
Terimakasih saya ucapkan pada saudaraku (mereka) yang telah mendahuluiku gugur dalam keadaan terbaik saat perjuangan untuk kemerdekaan.
Pengorbanan saat itu sungguh konkret. Darah, fisik yang diberondong, kematian mungkin sudah jadi hal biasa saat itu.
Hai saudaraku yang sudah tidak ada di sini karena engkau telah memilih jalan terbaik untuk gugur dalam keadaan terbaik saat perjuangan. Aku punya kabar kepadamu. Entah apa reaksimu terhadap ini.
Sekarang, di negeri ini, sudah tidak ada perbudakan seperti zaman dahulu
Sekarang, di negeri ini, sudah tidak ada penyiksaan terhadap ulama seperti dulu
Sekarang, di negeri ini, sudah tidak ada kesulitan mencari makanan seperti zaman dahulu
Sekarang, di negeri ini, kami bisa sekolah. Bahkan ada sekolah gratis
Sekarang sudah banyak kemudahan. Bahkan kami tidak punya musuh. Tak ada yang terlihat seperti musuh.
Semuanya baik terhadap Indonesia
Tetapi, kenapa dalam hati ini masih ada kegelisahan
Kami masih gelisah ketika harga beras naik
Atau BBM naik
Atau susah nyari tempe, tomat
Kami sering khawatir nasib anak-anak yang bisa sekolah gratis, mau jadi apa mereka
Kami khawatir ketika harus berurusan dengan penguasa
Kami khawatir ketika harus berurusan dengan orang berseragam gagah
Kami merasa negeri ini seperti dirundung awan kelabu gelap
Apakah ini kemerdekaan yang kalian citakan wahai orang-orang yang disebut pahlawan?
Apakah ini keadilan yang kalian impikan?
Apakah untuk ini kalian mati?
Apakah untuk ini kalian mengangkat senjata, memutar otak, menyusun strategi, memukul mundur musuh ?

Kami rasa perjuangan kalian saat itu belum berakhir.
Allah memberikan porsi perjuangn juga pada kami (generasi saat ini) untuk bisa memperoleh kemuliaan dan ketenangan yang mungkin sudah kalian dapatkan.
Kami tidak ingin menjadi generasi yang malas wahai pahlawan bangsa. Kami akan mengambil porsi perjuangan kami.
Semoga Allah meridhoi kami untuk melanjutkan perjuangan kalian lewat pribadi kami dan lewat kerja sama kami,, Allahu Akbar .. La hawla wala quwwata illa billah .. wa lillahilhamd”

Dengan tidak terlihatnya musuh bukan berarti kita “stop”/rangopo-ngopo tapi ada tantangan yang lebih besar. Seperti yang disampaikan K. H. Muhammad Arifin Ilham dalam salah satu postingan di fb, sbg brikut

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar…Merdeka!, Merdeka!, Merdeka!.
Merdeka hakiki adalah merdeka hati dari ilah, tuhan tuhan selain Allah (syirik, kufur, fasik belum merdeka).
Merdeka dari tipudaya dunia (serakah, bakhil belum merdeka).
Merdeka dari nafsu (pezina, pemabuk, pejudi, pemarah belum merdeka).
Merdeka dari keakuan diri (sombong, hasud, riya belum merdeka).
Merdeka dari kebodohon (malas belajar, malas ngaji, belum merdeka).
Merdeka dari syetan (percaya dukun, zimat, sesajen, ramalan, malas ibadah belum merdeka).
Merdeka dari sifat zholim (pencuri, koruptor, hianat, penipu durhaka belum merdeka).
Merdeka dari kezholiman (para pemimpin yg hianat, ingkar janji dan berani langgar sumpah, para penjajah maka rakyatnya belum merdeka).
Dengarkan Kalam Allah, “Barang siapa yang Allah selamatkan dari siksa Neraka Jahanam, dan Allah masukkan ke dalam SyurgaNya di Akhirat kelak itulah hamba Allah yang merdeka!” (QS Ali Imron 185).
So hamba yang merdeka itu adalah hamba Allah yang beriman, yang sangat takut ma’siyat, istiqomah, dg kemuliaan akhlaknya, terutama sifat rendah hati dan kedermawanan. Cinta umat manusia terutama saudaranya seiman, menghormati perbedaan, mencintai negerinya, keluarganya, para gurunya, para sahabatnya, para dhuafa dan orang orang tertindas, sehingga Allah wafatkan dalam keadaan husnul khotimah dan masuk Syurga FirdausNya…aamiin. MERDEKA! ALLAHU AKBAR…

Masih banyak yang perlu kita benahi (terutama dengan mengawalinya dari pribadi masing-masing). Waktu yang terbatas memaksa kita untuk memilah-milah mana yang terbaik kita lakukan. Bukan untuk menyia-nyiakannya tetapi untuk menghargai waktu yang kita miliki (berat- mka dari itu ayo ucapkan bismillah). [asy]

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration