Setiap tanggal 23 Juli di Indonesia diperingati Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momen penting untuk meningkatkan konsentrasi dan perhatian kita pada pola pendidikan dan pembinaan generasi muda Indonesia di usia emas.Anak merupakan karunia yang mahal harganya sebagai amanah yang harus dijaga dan dilindungi oleh orang tua khususnya, karena anak sebagai aset orang tua dan generasi penerus bangsa.
Harapan kemajuan bangsa ini di masa yang akan datang berada di tangan anak-anak sekarang. Membentuk sosok generasi terbaik berkualitas pemimpin yang sholeh/sholeha, sehat/ kuat, cerdas, dan peduli bangsa bukanlah perkara yang tidak mungkin untuk direalisasi meski untuk melaksanakannya memerlukan daya upaya yang cukup besar. Untuk mewujudkan generasi pemimpin, pada dasarnya diperoleh melalui proses pendidikan dan pembinaan.Pendidikan anak menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan juga pemerintah (negara) guna membangun cita-cita anak Indonesia dalam mewujudkan Negara Indonesia yang adil dan makmur.
Keluarga merupakan institusi pertama yang melakukan pendidikan dan pembinaan terhadap anak. Disanalah dasar-dasar kebaikkan mulai ditanam dan disemai. Pengajaran prilaku dan budi pekerti anak didapatkan dari sikap keseharian orang tua ketika bergaul dengan mereka.Orang tuanyalah yang meletakkan dasar pendidikan bagi anak pada usia dini, agar saat anak memasuki usia remaja, ia tak terpengaruh oleh teman-temannya yang mungkin kurang baik perangainya. Sebab, saat anak memasuki usia remaja, pengaruh lingkungan dan teman pergaulan lebih menentukan daripada orangtuanya.Ibnul Qayyim radhiyallah ‘anhu berkata: “Barangsiapa menelantarkan pendidikan anaknya dan meninggalkan apa yang bermanfaat buat mereka, maka dia telah merusak masa depan anak; kebanyakan anak tidak bermoral hanya karena bapak mereka tidak peduli terhadap pendidikan mereka , sehingga para bapak tidak dapat mengambil manfaat dari anak, dan anak (pun) tidak akan memberikan manfaat kepada bapaknya ketika telah besar.”
Masyarakat yang menjadi lingkungan anak menjadi aktivitas sosialnya mempunyai peran yang besar dalam mempengaruhi baik buruknya proses pendidikan anak, karena anak satu bagian yang tidak dapat terpisahkan dari masyrakat. Interaksi dalam lingkungan masyarakat ini sangat diperlukan dan berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun biologis. Tatkala masyarakat memandang betapa pentingnya menjaga suasana kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi maka semua orang akan sepakat memandang mana perkara-perkara yang akan membawa pengaruh positif dan mana perkara yang membawa pengaruh negatif bagi pendidikan generasi, sehingga sedapat mungkin perkara yang negatif dapat dicegah. Sehingga fungsi dari masyarakat dapat berjalan sebagai kontrol sosial guna terbentuknya generasi yang sehat, kuat cerdas, dan peduli terhadap bangsa.
Negara sebagai penyelenggara pendidikan yang utama, wajib mencukupi segala sarana untuk memenuhi kebutuhan pendidikan umat khususnya anak-anak. Atas dasar ini negara wajib menyempurnakan pendidikan bagi seluruh rakyatnya karena mutu pendidikan sangat mempengaruhi corak generasi yang akan dihasilkan. Negara wajib menyediakan tenaga-tenaga pendidik yang handal. Mereka yang memiliki kepribadian yang luhur, punya semangat pengabdian yang tinggi dan mengerti pilosofi pendidikan generasi serta paham cara-cara yang harus dilakukan, karena mereka adalah tauladan bagi anak didiknya. Kelemahan sifat dari pendidik akan mempengaruhi out put generasi pada nantinya. Seorang guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu tetapi juga seorang pendidik dan pembina generasi terbaik.
Peringatan HAN dimaksudkan agar seluruh komponen bangsa Indonesia, yaitu negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif. Menggugah dan meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa Indonesia bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, dan oleh karena itu kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meningkatkan peran serta pemerintah, dunia usaha, masyarakat, keluarga dan orang tua dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dan menunjukkkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-hak Anak.
Semoga anak-anak Indonesia kelak membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration