Jum’at (3/7), bertepatan 17 Ramadhan 1436 H, JN UKMI Universitas Sebelas Maret kembali mengadakan acara spesial bulan Ramadhan. Acara kali ini berupa Tabligh Akbar dan Khataman Quran, yang bertemakan “Memaknai Kembali Al quran Sebagai Refleksi Perubahan  Bangsa”. Bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda acara tabligh akbar ini dimulai setelah shalat tarawih bersama. Ilmu Quran sendiri memanggil Ust. Rudi Hartanto sebagai pembicara tunggal dalam Tabligh Akbar ini. Para peserta yang hadir antara lain adalah jamaah shalat tarawih, dan kebanyakan adalah mahasiswa UNS.

Acara dimulai pukul 21.00 WIB, dibuka dengan pembukaan seperti biasa diisi oleh sambutan dari Bapak Suwarto selaku ketua takmir Masjid Nurul Huda dan juga dari Bapak Muchtarom selaku pembina JN UKMI UNS. Suasana malam dengan langit terang dengan bulan purnamanya serta angin malam yang bertiup menambah semangat para peserta untuk mendengarkan materi tentang Al quran ini.

Materi disampaikan oleh Ust. Rudi dengan menarik. Dimulai dari hikmah diturunkannya Al quran, yaitu sebagai pedoman hidup manusia dan juga sebagai syifaa’ (obat atau penyembuh).   Al quran sendiri diturunkan pada bulan Ramadhan. Prosesnya itu dari Lauhul Mahfuz diturunkan ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan lagi ke Rasulullah secara bertahap selama 23 tahun lamanya. Ayat Al quran yang pertama kali diturunkan adalah Q.S Al Alaq 1-5 bertepatan pada malam lailatul qadr.

Sebagaimana telah dikatakan bahwan Al quran merupakan pedoman hidup kita, maka dari itu tidaklah boleh kita mengacuhkannya. Orang yang mengacuhkan Al quran disebut dengan Mahjuroo. Mahjuroo juga orang yang selama 40 hari lamanya tidak menyelesaikan bacaaan Al qur’annya. Selain itu ciri-ciri mahjuroo ini adalah tidak mempelajari, tidak mengimani, tidak menadaburinya, tidak menjalankan perintah di dalamnya, dan berpaling kepada yang lainnya.

Materi selanjutnya adalah mengenai 7 interaksi kita dengan Al quran. Yang pertama adalah mendengarkan dan menyimak Al quran , ini dijelaskan pada Q.S Al A’raf:204. Yang kedua adalah memperbanyak membaca Al quran (tilawah) dengan tartil, dimana bacaan tartil ini merupakan obat sakitnya keimanan kita. Untuk merasakan kelezatan keimanan bisa dilihat dalam 3 hal yaitu fii dzikriyah, fii sholati, dan fii quran, jika tidak ada maka hati kita telah tertutup. Yang ketiga adalah memperbagus bacaan Al qura kita, hal ini sebagai tolak ukur kesempurnaan shalat kita. Yang keempat adalah menghafalkan Al quran, dengan cara dimulai dengan niat yang ikhlas, semangat yang kuat, taqwa, dan berdoa semoga Allah beri kemudahan. Kedudukan kita di akhirat nanti tergantung pada banyaknya ayat Al quran yang kita hafal. Yang kelima adalah menadaburi Al quran. Yang keenam adalah mengajarkan Al quran kepada orang lain. Yang ketujuh adalah menerapkan atau mengamalkan Al quran dalam kehidupan sehari-hari.

Materi ini diakhiri dengan Ust. Rudi menyampaikan tentang 3 gerakan yaitu One Day One Juz, One Day One Ayat (hafalan) dan One Home One Hafidz. Kemudian acara ditutup tepat pukul 22.00 WIB. Untuk acara Khataman Quran dilaksanakan hingga esok harinya.

~Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration