Pada hari Jum’at, 5 Mei 2015 telah diadakan Gema Muslimah (Gemus) yang merupakan rangkaian dari acara SIFT 1436 H yang di adakan oleh JN UKMI UNS. Acara ini di laksanakan pada  pukul 10.30-13.00 WIB. SIFT tahun ini mengangkat tema Pemuda Pengukir Jejak Baru dan Menyejarah “Youths, Agent of Change, are Ready to Colourize the World”.

Acara Gemus merupakan salah satu event khusus muslimah yang diadakan di Aula FEB UNS. Dengan mengangkat tema “From Hijab Our History Begins”, acara  ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari UNS maupun luar UNS. Selain itu peserta Gemus juga berasal dari peserta Silaturrahim Kebangsaan LDK dan beberapa dosen UNS. Pembicara dalam acara ini adalah Aisya Avicenna dan Keisya Avicenna yang super keren yang lebih dikenal dengan nama “Super Twin”.

Di pimpin oleh seorang moderator yaitu Ulfah Maslahah, acara ini bercerita tentang perjuangan Super Twin dalam berhijrah untuk memakai jilbab. Awal mula cerita ini saat Keisya Avicenna mengalami trauma yang sangat hebat waktu di bangku SMA. Saat itulah beliau harus cuti selama satu tahun. Mereka harus bisa melawati masa sulit yang mereka alami tersebut. Saat sakit tersebut,  mereka ber-azzam untuk memakai jilbab setelah penyakit yang menimpa tersebut telah sembuh. Padahal dulu mereka akan berjilbab setelah masuk kuliah, Alhamdulillah dengan hidayah dari Allah mereka bisa memakai jilbab saat masih SMA kelas 3.

Jilbab menurut mereka bukan merupakan suatu kendala untuk tidak berprestasi. Seteeah mereka berjilbab malah semakin banyak mimpi yang ingin mereka wujudkan. Mereka menulis mimpi-mimpi mereka dan mulai mewujudkannya satu persatu. Saat masih kuliah mereka sangat aktif berorganisasi. Mereka bahkan tak segan turun ke jalan untuk beraksi. Dan mereka berdua dapat lulus dalam waktu kurang dari 4 tahun dengan prestasi yang sangat memuaskan.

Bukan hanya bisa lulus tepat waktu, mereka juga mengarang berbagai buku yang banyak menjadi best seller. Mereka pernah membuat buku bersama-sama maupun buku karangan sendiri-sendiri. Contoh buku hail karya mereka adalah Diary Ramadhan 1434H, A Sweet Candy For Teens, Beauty Jannaty, Catatan Cinta untuk Murabbi , dll.   Tak hanya itu mereka juga merupakan owner dari Istana Belajar “DNA College”. Mereka berharap dapat mewujudkan mimpi anak asuhnya melalui komunitas tersebut.

Dengan memakai jilbab bukan berarti kita tidak dapat berprestasi. Justru saat kita memakai jilbab kita harus bisa membuktikan kepada orang lain bahwa jilbab ini buka  merupakan penghalang kita untuk menggapai cita-cita. Dengan satu syarat yaitu kita mau bangun dari tidur kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi idah kita.

~Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration