Parade Tauhid Sambut Ramadhan 1436 H

Solo – Sabtu (16/5) telah diadakan Parade Tauhid yang tertib dan sangat spektakuler. Parade tersebut diadakan di Solo untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan hari Isra’ Mi’raj. Antusiasme warga Muslim Soloraya begitu luar biasa. Sekitar 100 ribu muslim se-Soloraya yang berasal dari berbagai elemen Muslim mengikuti parade tauhid yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo dan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ini.

Parade Tauhid menyambut Ramadhan ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI Solo Prof. Dr. Zaenal Arifin Adnan dengan start dari Kota Barat dan berakhir di Bundaran Gladak. Di barisan terdepan terdapat 30 pasukan kuda yang diikuti oleh para kaum Muslim yang membawa bendera tauhid sepanjang 2,5 km.

Selain bendera sepanjang 2,5 km kaum Muslimin juga membawa berbagai atribut dan slogan yang bertuliskan kalimat tauhid “Lailaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Poster-poster bernada dakwah juga turut diarak dalam parade tersebut. Makna dari pengarakan bendera tauhid tersebut agar umat Islam yang berasal dari berbagai golongan dapat bersatu dengan berlandaskan pada tauhid yang murni.

Setelah bendera tauhid dan semua kaum Muslim sampai di bundaran Gladak, acara dibuka oleh panitia dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)  dengan membaca basmalah. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran oleh Ustadz Syihabuddin dari Ma’had Tahfidz Isy Karima. Acara selanjutnya yaitu sambutan oleh Prof. Dr. Zaenal Arifin Adnan, selaku ketua MUI Solo, dan dilanjutkan orasi dari beberapa elemen Muslim yang hadir. Perwakilan dari seluruh elemen muslim solo raya naik ke atas panggung untuk membentangkan bendera tauhid bersama-sama. Selama acara tentu kalimat tauhid tidak henti-hentinya diucapkan.

Yang membuat terkejut saat parade ini adalah tiba-tiba panitia mengumumkan kedatangan rombongan tiga kereta dari Keraton Surakarta yang dipimpin oleh Gusti Puger. Beliau awalnya tidak diundang, namun ternyata beliau juga ingin mengikuti parade tersebut. Beliau tergetar hatinya saat kalimat “Lailaha Illallah Muhammadurrasulullah” disuarakan oleh kaum Muslimin yang datang. Dalam durasi selama satu menit beliau menyampaikan agar seluruh kaum Muslimin memberi dukungan untuk mengembalikan keraton Surakarta kepada tauhid dan bebas dari segala kesyirikan.

Dari parade tauhid ini diharapkan kaum Muslimin se-Soloraya yang berasal dari berbagai elemem Muslim dapat bersatu dengan berlandaskan pada tauhid yang bersih dari segala bentuk kesyirikan. Semoga acara ini bisa menjadi pelopor agar kaum muslim di seluruh Indonesia dapat bersatu. Dari Solo untuk Indonesia bersyahadat, dari Solo untuk Indonesia bersyariat, dari Solo untuk Indonesia berbarakah.[]

Tim Warta JN UKMI UNS

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration