20150518083535

                      Hari buku nasional, kenyataannya masih banyak yang belum mengetahui adanya peringatan hari ini. Hari buku nasional diperingati setiap tanggal 17 mei. Tanggal 17 Mei ditetapkan sebagai hari buku nasional karena bertepatan dengan didirikannya perpustakaan nasional, yaitu tanggal 17 Mei 1980. Seperti yang kita tahu bahwa buku merupakan kumpulan dari kertas-kertas yang dijilid dimana berisi tulisan dan gambar. Buku sudah ada sejak zaman dahulu, seiring berkembangnya zaman bentuknya mulai beragam ikut berkembang. Sejarah sendiri mencatat bangsa Mesir adalah bangsa pertama yang membuat buku. Namun bentuk bukunya masih berupa tulisan yang dicetak di atas keping batu atau kertas dari daun Papyrus. Dan bentuk buku mulai berkembang hingga bangsa Cina menemukan kertas dari kulit kayu murbei. Dan berkembang lagi sampai ditemukannya mesin pencetak kertas oleh Johanes Gutenberg. Bahkan saat ini buku sudah ada dalam bentuk digital, yang biasa kita sebut e-book.
Tahun ini sudah tahun ke-35 sejak dimulainya hari peringatan buku nasional. Akan tetapi masih banyak yang belum paham mengenai adanya peringatan hari buku nasional sendiri. Mungkin karena hari buku nasional bukan merupakan tanggal merah (hari libur nasional), jadi kita tidak tahu mengenai hal ini? Bisa jadi benar seperti itu. Lalu apa sebenarnya makna dari peringatan hari buku nasional sendiri? Apa yang harus kita lakukan? Mengadakan upacara kah atau bagaimana?
Mari kita menilik tujuan dari bangsa kita ini sendiri. Semuanya tercatat pada pembukaan UUD 1945 kita. Salah satu tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Lalu apakah bangsa kita sudah cerdas sekarang? caranya mencerdaskan itu belajar, dan untuk belajar kita butuh ilmu, yang menyimpan ilmu dengan baik adalah buku. Jadi sekarang sudah paham bukan, mengapa kita memperingati hari buku nasional?
Pernah mendengar statemen ini: “buku mengandung racun, jika buku dipalsukan maka akan timbul bahaya kerusakan yang sangat besar.” Statemen ini diucapkan oleh Ali Syariati. Artinya adalah buku mengandung banyak pengetahuan, ada yang pengetahuan positif maupun negatif. Penilaian positif dan negatif ini dilihat dari pembacanya itu sendiri. Banyak makna yang ada pada buku. Disinilah peran orang tua dan guru, mereka bisa membantu kita memilih dan memaknai isi buku dengan benar. Maka dari itu kita juga harus mengahrgai mereka orang tua kita dan juga para guru maupun dosen kita.
Jika kita membicarakan buku, pastinya tidak jauh dari pembahasan membaca dan menulis. Coba tebak, kita harus membaca dulu atau menulis? Tentu saja kita harus bisa membaca terlebih dahulu. Bukankah sudah jelas wahyu pertama dari Allah adalah Q.S Al alaq ayat 1. Bunyinya adalah “Iqra”Jyang artinya bacalah. Jika kita ingin menulis sesuatu, pastinya kita perlu membaca terlebih dahulu untuk bisa menulis bukan?
Makna dari adanya peringatan hari buku ini adalah untuk bisa meningkatkan budaya membaca dikalangan masyarakat Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa minat baca bangsa Indonesia masih sangat sedikit. Apalagi di zaman sekarang yang semua informasi bisa didapat dengan mudah lewat internet. Seperti yang pernah disampaikan pak Taufik Ismail, bahwa sebenarnya kurikulum kita yang paling penting adalah menulis dan membaca. Sedangkan pada kurikulum yang sekarang tidak ada penekanan untuk membaca buku. Secara tidak langsung pak Taufik ini menghendaki penggunaan kurikulum ketika beliau bersekolah, dimana siswa bisa membaca hingga kurang lebih 20 buku dalam waktu 3 tahun.
Kita bisa melakukan suatu kegiatan gerakan membaca untuk memperingati hari buku ini. Dimulai dari usia anak kecil hingga orang tua. Bukankah membaca tidak kenal batasan umur? Masih ingatkan dengan hadist yang artinya “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” Atau dengan yang ini “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina.” Kalian semua pasti sudah mengetahui makna dari hadist ini.
Yang dapat kita lakukan dalam peringatan hari buku nasional adalah merepetisi hal ini dari tahun ke tahun. Percayalah dengan repetisi yang dilakukan dengan frekuensi berkelanjutan, dan terus menerus. Maka akan menumbuhkan budaya membaca di bangsa Indonesia. Sudahkah anda membaca buku hari ini?
~Tim Warta JN UKMI

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration