label-funtastuc

Matahari timur mulai beranjak ke peraduan. Langit timur mulai meremang dalam kegelapan. Begitupun langit barat berpendar dengan cahaya jingga. Suara-suara mulai melemah tak bernada. Pikiran pun sudah tak bisa diajak bekerjasama, hanya satu kata yang diminta. Pulang.

Dentum jarum jam terasa semakin cepat berputar, suasana hening bahkan tiba-tiba kaku. Namun, tidak mungkin kami mengakhiri rapat itu tanpa menghasilkan keputusan. Sekitar dua jam lamanya kami berdebat masalah konsep acara yang menurut kami sangat penting dalam keberjalanan organisasi yang kami geluti. Hampir semua orang yang menghadiri rapat tersebut mengeluarkan ide-ide mereka yang menurut mereka baik untuk acara itu. Namun, kami terjebak pada masalah teknis yang tidak kunjung usai, hingga akhirnya beberapa menit sebelum adzan berkumandang, kami mengakhiri rapat tersebut. Itulah salah satu potret pertemuan yang sering kami lakukan pada periode kepengurusan organisasi ini.

Kata beberapa orang, bergelut dalam suatu organisasi itu pilihan. Namun, menurut kami itu sebuah kebutuhan. Ya, kebutuhan yang menuntut sebuah komitmen. Bersyukur kami bisa masuk dalam organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Apalagi kami berada dalam bidang yang berkecimpung membina jiwa-jiwa yang bernyawa.

Mengurusi orang, dua kata itu yang mungkin menggambarkan bidang kami. Kami harus menjalankan program kerja yang mencerminkan pola pembinaan yang baik terkhusus yaitu yang kami bina adalah para mahasiswa baru seuniversitas. Maa sya Allah, luar biasa jika kami dapat melakukan itu dengan baik. Namun, di setiap tujuan pasti senantiasa ada halang merintang. Itulah yang menjadikan kami terus berjuang untuk mempersembahkan yang terbaik. Berjuang bersama mengendarai kapal dakwah yang luar biasa. Menghadapi terjangan ombak, badai masalah, dan angin kemalasan yang kadang terbentur karang yang membuat kami sering rapuh. Namun, benturan-benturan itulah yang terus membuat kami semakin mencoba kokoh bertahan di sini, di lembaga dakwah ini.

Amanah tidak akan salah pundak, itulah salah satu kata inspirasi kami. Kami mencoba berkomitmen mempersembahkan yang terbaik dan menerima segala konsekuensi yang ada. Kadang ada bisikan-bisikan untuk mundur dan kembali ke daratan sebelum sampai ke pelabuhan yang dituju. Ah, itu bisikan-bisikan tidak bertanggungjawab. Kembali kami ingat bahwa kami telah diamanahi membina para calon kader-kader dakwah kampus yang akan meneruskan perjuangan kami. Seketika juga bisikan itu kami acuhkan.

Terkadang juga ada desakan-desakan yang membuat lemah tekad kami, membuat kami pesimis, bahkan niatan untuk berhenti di jalan ini. Namun, sekali lagi kami mengingat bahwa kami bekerja untuk agama ini, untuk Sang Illah Yang Kuasa, bukan untuk individu atau kelompok.

Roda kehidupan terus berotasi, hidup ini tidak senantiasa linear. Berangkai episode mulai kami susun untuk bisa membuat skenario yang baik untuk dipersembahkan kelak. Puing-puing ide kami kumpulkan untuk menghias langkah kami. Berjuta tekad yang membara kami kobarkan demi Ilahi. Berlipat doa kami haturkan agar usaha kami diridhoi. Satu yang harus kami ingat selalu bahwa kami bekerja untuk Illahi. Semangat membina! []

Oleh : Desy Dwi Ratna Sari

(Koordinator Akhwat Dept. Kaderisasi Bidang Pembinaan)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration