label-funtastuc

Layaknya perjalanan, kapal ini pun sudah hampir mencapai tujuannya.Tantangan dari hujan, badai, dan ombak yang besar tidak mampu menghentikan laju kapal yang dipimpin seorang nahkoda. Tidak semua pelaut berhasil sampai pelabuhan. Ada yang tak kuat melawan badai, ada yang hancur dimakan ombak, ada yang terkulai lemas diperangi derasnya hujan. Mereka yang masih kuat akan terus melanjutkan perjalanan. Tidak harus dengan kapal yang lama, mungkin saja akan bertugas melayarkan kapal lain untuk menjadikannya pelaut yang semakin tangguh. Mereka percaya bahwa pelabuhan itu bukanlah akhir perjuangan, namun hanya tempat rehat sejenak untuk mengisi bahan bakar dan membawa pelaut-pelaut baru yang siap berjuang mencapai tujuan.

Itulah analogiku untuk JN UKMI. Awalnya kami tak kenal satu sama lain. Hingga pada suatu saat kami saling memahami dan saling menyemangati dalam jalan yang panjang ini. Inilah jalan juang yang kita tidak tahu kapan waktu kita sampai di tujuan. Kami hanyalah penyambung dari perjalanan pejuang-pejuang yang telah menggoreskan tinta emas di masanya. Banyak kisah yang terangkai menjadi suka duka penuh cinta.

Perjalanan ini bukannya tidak melelahkan, namun kami tetap saling menguatkan. Perjuangan ini tidaklah mudah, namun kami mampu lewati dengan ukhuwah. Sekedar makan malam bersama terkadang menjadi penyemangat jiwa. Duduk bersama terkadang menghangatkan suasana. Bepergian bersama mampu mendekatkan hati yang penuh cinta pada ilahi.

Malam itu kami lelah. Peserta RAPIMNAS FSLDK sudah mendahului masuk ke penginapan. Mereka mungunci pintu rapat seakan pertanda bahwa pulau kapuk untuk rehat sudah penuh. Tidak ada waktu lagi, kami berdua harus segera tidur untuk menjaga kondisi tubuh. Sahabat itu langsung menggelar karpet seadanya dari jaket yang ia pakai, bahkan dari kemeja yang ia kenakan. Kami tidur di depan penginapan ditemani hawa malam yang dingin dan menusuk sampai ke tulang. Bukanya tidak melelahkan namun kita saling menguatkan. Sebab cinta hanya ada dua, perjuangan dan pengorbanan. Semoga Allah kelak meridhoi kita untuk rehat bersama lagi di surga, ya, Akh.

Pada 7 Juni kami kedatangan tamu. Tempat penyambutan belum layak menerima serbuan peserta Silaturahim Kebangsaan. Kursi yang berjumlah seratus itu masih di lantai satu. Malam ini kita harus mengangkut itu sampai ke lantai tiga. Anak tangga itu seakan bertambah banyak dan berbicara,”Sudahlah bayar orang saja untuk mengangkutnya sampai atas.” Hingga salah seorang teman berkata,”Ayo kita buat strategi, satu orang hanya melewati satu lantai nanti sisanya menunggu di atas untuk meneruskan sampai selanjutnya.” Ide estafet itu langsung membuat otot kami yang tadinya lemas menjadi kuat kembali. Perjuangan itu tidaklah mudah, namun kami mampu lewati dengan ukhuwah.

Ketika mata mulai berkunang, jiwa sudah merasa tidak tenang, dan semangat hampir tumbang, kami pun beristirahat sejenak. Sambil duduk-duduk kami bersenda gurau menghangatkan suasana. Adanya makanan dan penghilang dahaga menjadi teman kami untuk menyemangati jiwa yang terkulai hampir tak berdaya. Penyambutan tamu itu pun mungkin terasa sederhana, namun bagiku ini karya terhebat jika dinilai dari perjuangan dan pengorbanannya. Segalanya menjadi indah dengan ukhuwah.
Beberapa minggu setelah acara itu, kami berkesempatan tamasya ke suatu tempat wisata. Di pantai itu kami melihat betapa Allah itu Mahabesar. Ombak yang senantiasa bergolak beriringan dan silih berganti, bukit karang yang keras, bahkan burung-burung terbang dengan sayapnya pun tidak ada kekuatan lain yang menopangnya kecuali kekuatan Allah. Ada kehangatan di sana, hujan seakan membawa berkah bahwa kebersamaan itu semakin indah. Ah, bepergian bersama mampu mendekatkan hati yang penuh cinta pada ilahi.

Rangkaian kisah itu menjadi memoar yang tak terlupakan. Inilah setetes darah persembahan, sekelumit ide yang pernah tercipta, dan air mata yang tumpah ke dunia, dalam rabithah hamba ini berdoa, semoga kelak kita bersua di surga. Bukan karena popularitas kami berjuang seperti ini. Terimalah persembahan kami untuk-Mu, Ya Rabbi.

Yang merindu kalian,

Hans Pratama Wijaya

Oleh : Hans Pratama Wijaya

(Koordinator Dept. Jaringan Eksternal Bidang Jaringan)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration