label-funtastuc

“Bahagia itu sederhana. Sesederhana perjuangan mengarungi lautan bersama para pelaut-pelaut terbaik yang gagah berani….”

Desember. Saat matahari dipelukan awan, saat mahkota emas angsana berguguran, saat cuaca sejuk membuat nyaman. Saat semua harapan tergambarkan, saat mimpi-mimpi besar dicanangkan. Dulu. Di Desember. Semuanya bermula. Dan kini sudah kembali pada Desember penuh warna. Buka mata, hirup kesegaran hilir mudik udara dan katakan,“Selamat pagi dunia! Salam hangat dari samudera!”

Detik-detik berjalan seperti biasanya. Tapi inilah detik-detik yang istimewa. Bersama anak-anak muda yang tergerak hatinya untuk mengemban misi agama. Berpikir dan bergerak bersama, mengukir kejayaan dakwah, menuju kampus madani. Meletakkan budaya langit di hamparan bumi. Bersama dalam satu barisan, bergandengan tangan bersama  saudara seiman. Memilih berlayar di lautan demi mengemban misi peradaban.

Kututup mata. Hampir mengalir airnya. Satu tahun sudah habis masanya. Perjalanan panjang itupun sudah hampir mencapai akhirnya. Tak ada satu kata pun yang mampu menggambarkan apa yang dirasa. Semua melebur menjadi satu dalam jiwa. Suka. Duka. Bangga. Sakit. Sedih. Kecewa. Ah, apalagi rasanya.  Tapi semua mencoba mengalir ke satu muara. Bahagia.

Kata orang, bahagia itu sederhana. Sesederhana perjuangan mengarungi lautan bersama para pelaut-pelaut terbaik yang gagah berani. Setiap detik pelayaran yang berharga, ketika berhadapan dengan badai dan gelombang, ketika menghadapi pekat dan dinginnya malam. Tidak semua mengenakkan memang, tapi ini adalah pilihan. Dan kami sadar bahwa dari sini kami belajar dan berkembang. Sehingga ketidaknyamanan itu sirna seketika. Dan bahagia membuncah ketika bersama-sama kami menyambut matahari pagi setelah semua peristiwa.

Tepat di hari ketujuhbelas di bulan kedua semua bermula. Kami berlayar dengan kapal yang begitu gagah bernama JN UKMI UNS. Kami mendapat “gelar” generasi ke-14. Walau nyatanya sudah lebih dari angka itu jumlah generasi yang berada disini. Mulai saat itu semua menatap ke depan. Memandang jauh untuk sebuah tujuan. Semua ingin membawa kapal ini ke arah perbaikan. Menyejajarkannya dengan kapal-kapal lain yang pernah menyumbang karya-karya besar untuk mengembalikan kejayaan.

Haaah…, sedikit menghela napas. Seakan semua peristiwa kembali terulang dalam bayang-bayang. Secara pribadi inilah tahun ketigaku disini. Terlepas dari dua tahun sebelumnya yang tetap bermakna, di tahun ketiga inilah semua terasa berbeda. Beban berat yang harus dipikul sejak awal dan berbagai tekanan yang datang tanpa diundang. Banyak yang protes dengan apa yang telihat berbeda di JN UKMI tahun ini. Terlihat lebih ngoyo mungkin. Tapi ini memang yang harus kita lakukan. Karena sadar tidak sadar kapal yang gagah ini sebenarnya telah lapuk di sana-sini. Pun awak kapal yang silih berganti. Maka, harus ada perubahan! Dan semua akan dimulai dari sini. Dari generasi ke-14!

Semua berjalan dengan berbagai halang rintangnya masing-masing. Mulai dari SIFT 1435 yang di awal munculnya banyak yang protes, Expo 2014 yang begitu heboh tapi juga sering crowded, Rapimnas III yang amat sangat menguras energi, ACS yang wisudanya di kampung halaman, sampai harus rodi mengerjakan LPj bersama PHT. Ah, masih banyak yang lainnya. Banyak. Banyak sekali. Termasuk satu acara khas generasi tahun ini JN UKMI on Vacation. Refreshing setelah kerja. Benar-benar penuh warna. Entah dirasa atau tidak, perubahan itu mulai terlihat. Dari pengelolaan lembaga sampai pada kerja-kerja lapangannya.

Sampai detik ini saat tulisan ini kubuat (tulisan paling ngaret) rasa ini masih bercampur aduk. Sepertinya baru kemarin dimulai, tapi ternyata sudah mau selesai. Hampir menetes air mata ini ketika membaca beberapa tulisan kalian dan teringat akan semua. Kalian hebat, Nak! Kalian hebat! MasyaAllah.

Kalianlah salah satu harta paling berharga yang kumiliki. Yah, walaupun jarang sekali kuhabiskan waktu bersama kalian. Seringnya kupandangi kalian dari jauh. Sering juga sendiri di kabin ini. Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan. Dan maafkan segala salah yang telah tercipta. Semoga setelah ini kita tetap bisa bersama di waktu dan kesempatan berbeda. Terkhusus PHT yang paling sering saya marahi. Kalian luar biasa! Andai bisa kusebut kalian semua dan kutulis lebih banyak.

Sekali lagi ternyata sudah harus selesai. Tapi semoga ini bukan akhir. Dan semoga kalian semua benar-benar merasakan #funtastic14 ini sebagaimana namanya. Saatnya menyongsong cahaya di ujung samudera (ini usulan tema musum :D). Untuk semuanya tetaplah ingat bahwa,”Kita tidak akan pernah bisa menjadi pelaut yang handal dan tangguh jika belum mampu melewati gelombang dan badai.” Kita adalah pelaut![]

Oleh : Hanafi Ridwan Dwiatmojo

(Ketua Umum JN UKMI UNS 2014)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration