label-funtastuc

“Kami rasa mereka hidup di lingkungan yang tidak baik untuk anak-anak”

 

Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Dakwah juga merupakan kebutuhan manusia. Semua manusia adalah dai, berarti manusia membutuhkan dakwah. Masyarakat juga membutuhkan dakwah. Maka dibutuhkan orang yang berkomitmen untuk berdakwah di masyarakat. Adanya departemen dakwah masyarakat sangat membantu dan memberi fasilitas kepada orang yang ingin berkomitmen dakwah ke masyarakat. Untuk membangun sebuah peradaban bangsa dimulai dari seorang individu dan masyarakat. Itu alasan mengapa saya masuk di Deparatemen Dakwah Masyarakat. Ingin saya turut berkontribusi untuk berdakwah di masyarakat.

Deparatemen Dakwah Masyarakat (DM) memiliki banyak agenda untuk menyebarkan nuansa Islam di masyarakat. Salah satunya adalah program dusun binaan. Ada TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan bimbingan belajar yang dilaksanakan tiap pekannya. TPA di dusun binaan bertujuan untuk membekali anak-anak di Jagalan agar mereka melek huruf Hijaiyah. Bukan hanya diajarkan mengenal huruf Hijaiyah akan tetapi juga pendidikan dan wawasan agama Islam.Jika dilihat dari kondisi lingkungan sekitar Jagalan, sangat memprihatinkan, maka dari itu penting sekali menyelamatkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan sekitar, seperti mabuk, wanita penghibur, dan sebagainya.

Untuk berbagi kebahagian bersama anak-anak di Jagalan diadakan juga permainan outbond. Selama keberjalan TPA ini sudah ada 25 anak yang mengikuti. Untuk pengajarnya sendiri ada jadwal untuk masing-masing departemen di JN UKMI. Dengan demikian bukan hanya Departemen Dakwah Masyarakat yang berkesempatan untuk terjun langsung, departemen lain pun dapat berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dusbin.

Rumah Ceria adalah nama dari tempat bimbingan belajar di Jagalan. Mengapa diberi nama Rumah Ceria? Karena kami semua ingin berbagi ceria bersama mereka anak-anak. Harapan dari adanya rumah ini adalah supaya anak-anak bisa bermain dengan gembira, ada yang membina dan menanamkan keislaman sejak dini. Ini membutuhkan tenaga ekstra, meskipun hanya anak-anak tapi bukan sekadar anak-anak biasa. Mereka tidak bisa menghormati orang tua mereka, apalagi kita sebagai mahasiswa. Tidak jarang dari pengajar Rumah Ceria mendapat semprotan kata-kata kotor dari anak-anak. Kesabaran kami diuji di sini, harus punya kesabaran luar biasa untuk menghadapi mereka. Memang ada beberapa yang merasa tidak kuat, sehingga memutuskan berhenti sebagai pengajar Rumah Ceria. Sekali lagi kesabaran kami diuji di sini. Apakah kami sabar dalam berdakwah, hanya menghadapi anak-anak saja, bukan orang dewasa, bukan orang seumuran kami.

Prihatin ketika kami mendengar kata-kata kotor dari mereka, bahkan kelakuan mereka seperti jagoan. Tiap jam pasti ada yang bikin ulah, ada yang menangis karena dipukul, ada juga yang ditendang. Kami rasa mereka hidup di lingkungan yang tidak baik untuk anak-anak. Ini bukan lingkungan yang cocok bagi mereka. Kasihan sekali jika anak-anak melihat kelakuan orang dewasa yang merokok atau berkata kotor.

Yang bisa dilakukan anak-anak adalah meniru mereka yang dewasa. Jika mereka tumbuh tanpa adanya pembinaan, tidak bisa dibayangkan besok ketika dewasa akan bagaimana kelakuan mereka. Memang kondisi perekonomian di masyarakat Jagalan adalah golongan menengah ke bawah. Tidak sedikit juga yang sudah putus sekolah dan bekerja. Ketika diajak untuk bimbel di Rumah Ceria saja sudah tidak berminat. Ada salah satu warga yang butah huruf malahan. Banyak anak-anak yang tidak naik kelas karena belum bisa membaca, padahal secara umur mereka harus sudah di kelas atasnya.

Peran kita sangat dibutuhkan di sini. Sebagai mahasiswa tugas kita salah satunya adalah mengabdi kepada masyarakat. Tugas kita, bagi orang-orang terdidik, adalah mendidik yang belum terdidik. Jangkauan kita ya memang baru sebatas di lingkup ini. Jika ingin lingkup lebih besar atau sasaran dakwah kita ke orang dewasa, maka dibutuhkan tenaga ekstra lagi dan koneksi yang lebih banyak, serta membutuhkan bantuan yang lebih banyak lagi.

Kita kuliah dengan dana sebagian besar berasal dari pemerintah, termasuk uang rakyat. Tugas kita mengabdi kepada masyarakat. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tak berbuah. Kepedulian kita sangat dibutuhkan. Masa depan mereka harus segera diselamatkan. Inilah yang baru bisa kita lakukan. Anak bangsa adalah aset paling berharga untuk melanjutkan dakwah di bumi ini. Meskipun tiap orang punya prioritas masing-masing, tapi dakwah masyarakat mau tidak mau harus kita semua yang melakukannya. Sebab, kita hidup di tengah masyarakat.[]

Oleh : Imam Prasetyo

(Koordinator Dept. Dakwah Masyarakat Bidang Dakwah)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration