Ketegangan konflik Palestina dan Israel menjadi sebuah masalah yang mendunia. Hingga saat ini tak jua selesai. Sebuah masjid suci, yakni Al-Aqsha pun dijajah oleh Israel, sehingga muslim di Palestina selalu dibatasi untuk menjalankan ibadah di masjid tersebut, bahkan dilarang dan sampai dibunuh. Dan saat ini, Masjid Al-Aqsha sama sekali tidak asing di telinga kita. Al-Aqsha adalah pusat kegiatan islamiyah sekaligus pusat perbaikan ekonomi. Masjid yang menjadi bagian dari iman dan akidah muslim sedang dijajah oleh Zionis Israel. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai muslim yang berada di Negara Indonesia yang mayoritas umat islam ini?

Sabtu (22/11), JN UKMI UNS sebagai sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Islam di Universitas Sebelas Maret, Surakarta mengadakan sebuah acara sebagai salah satu wujud solidaritas terhadap rakyat Palestina. Bersama dengan Takmir Nurul Huda Islamic Center (NHIC), terselenggara kegiatan Malam Bina Ruhiyah (MABIRU) dengan tema “Rapatkan Barisan Kembalikan Al-Aqsa ke Pangkuan Muslim!”.

Acara tersebut diisi oleh Ustadz Dzikrullah, seorang relawan kapal Mavi Marmara, sebuah kapal bersejarah yang berisi para mujahid dari beberapa negara, termasuk Indonesia yang tengah memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. Seorang relawan yang juga seorang pendiri Sahabat Al-Aqsha tersebut hadir dengan memberikan ilmu dan pengalaman serta berita yang sangat menakjubkan.

Acara yang dimulai pukul 20.15 ini diawali dengan pembacaan tilawah Q.S Al Anfal ayat 1-34 secara tasmi’ (hafalan) oleh Umam, mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS. Firdaus Zulfikar (Koordinator Departemen Pembinaan Pengurus JN UKMI 2014) selaku MC memimpin acara pada malam hari itu dengan statement pengatar mengenai kondisi Al-Aqsha. Sebelum masuk pada inti dari acara, ketua umum JN UKMI UNS, Hanafi Ridwan Dwiatmojo memberikan sambutan terkait acara mabiru. Ia menyampaikan bahwa acara mabiru dengan mengangkat tema Al-Aqsha merupakan salah satu upaya solidaritas umat muslim, khususnya di daerah Solo Raya untuk peduli dan perhatian terhadap saudara seiman di negeri Palestina yang sedang berjihad merebut Al-Aqsha ke pangkuan, sehingga dalam acara tersebut dilakukan penggalangan dana.

Ustadz Dzikrullah kemudian menjelaskan kondisi Palestina dan Al-Aqsha saat ini. Beliau menuturkan bahwa masjid Al-Aqsha adalah masjid yang menjadi ibu kotanya tauhid dan markasnya dakwah. Dan saat ini, Israel dengan sombong menguasai masjid tersebut. Sampai saat ini, selepas shalat jum’at, orang Israel membabi buta menyiksa para jama’ah. Seorang ulama di negeri Syam pernah berkata, “Barang siapa menjujung tinggi Al-Aqsa, maka dia memuliakan Alqur’an. Barang siapa merendahkan Al-Aqsa, maka dia merendahkan Alqur’an.”

“Keistimewaan Al-Aqsa adalah pertama, Al-Aqsa merupakan masjid yang disebut-sebut dalam Alqur’an Surat Al-Isra. Kedua, masjid ini adalah basecamp dakwah para 25 nabi sejak zaman nabi Adam hingga zaman Rasulullah. Ketiga, masjid ini adalah ibu kotanya tauhid. Keempat, Masjid ini adalah masjid kedua yang dibangun oleh manusia dimuka bumi. Kelima, masjid ini adalah kiblat kedua Rasulullah sebelum turunnya perintah Allah dalam Q.S. Al-Baqarah: 144 untuk menjadikan Kabah sebagai kiblat. Keenam, masjid ini adalah masjid tempat berkumpul ribuan nabi yang dipimpin sholat oleh Rasulullah di malam isra’ mi’raj.” Terang Ustadz Dzikrullah.
Tiga sunnah Rasulullah untuk umat muslim antara lain: pertama, perintah untuk mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa. Kedua, perintah untuk menghadapi dijajahnya masjidil Aqsa, dan ketiga adalah mengirim pasukan jihad untuk merebut Al-Aqsa. Setelah perang tabuk, Rasulullah mengirim Usamah Bin Zubair memimpin pasukan untuk membebaskan Masjidil Aqsha. Belum sampai pasukan tiba di Al-Aqsa, Rasulullah SAW wafat. Bahkan Rasulullah, panglima perang terbaik islam belum berhasil merebut Al-Aqsa. Pada zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, dikirimlah pasukan untuk membebaskan Al-Aqsa. Sampai Umar protes dan berkata: ‘kenapa harus mengurusi tempat yang jauh sementara disini banyak masalah yg harus diselesaikan?’ Lalu dengan tegas Abu Bakar menjawab, ‘Aku tidak akan berhenti dengan apa yang telah dimulai oleh Rasulullah SAW.’ Namun upaya itupun gagal. Selanjutnya, upaya pembebasan Al-Aqsha dilanjutkan oleh Umar Bin Khattab. Dan upaya itu berhasil pada tahun 19 hijriyah. Dalam sejarah, tercatat ada dua kali keberhasilan islam merebut Masjidil Aqsa yaitu pada zaman Umar Bin Khattab dan Sholahudin Al Ayyubi. Namun sebenarnya jauh sebelum itu ada nabi yang tidak disebutkan namanya berhasil membebaskan Masjidil Aqsa. Kisah ini tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, namun ada pada Hadist.

Setelah menjelaskan sejarah dan fakta Al-Aqsa dengan amat menarik, Ustadz Dzikrullah mengajak peserta mabiru untuk melihat Map Of Palestinian Land yang dari tahun ke tahun semakin mengecil batas wilayahnya. Dipaparkan oleh pembicara bahwa wilayah demografis palestina terdiri dari 6 kondisi.
“Pertama, Jerussalam atau Al Quds. Kedua, Tepi Barat Sungai Yordania. Ketiga, kawasan yang terjajah. Keempat, rakyat Palestina yang dipenjara di Israel, sekitar 6.000 hingga 10.000 jiwa. Kelima, rakyat Palestina yang mengungsi di Negara-negara lain, seperti Yordania, Lebanon, Mesir, dan lain-lain. Keenam, Gaza.” Lanjut Ustadz Dzikrullah.

Gaza merupakan kawasan yang tak ada satupun orang Israel disana. Inilah kawasan yang berhasil dilindungi pasukan Palestina sampai sekarang dengan izin Allah. Gaza adalah wilayah yang di embargo dunia internasinal. tidak boleh ada pengiriman barang tanpa ijin dari Israel. Dahulu, pasokan barang dari luar biasanya dikirim lewat terowongan yang berada di Mesir. Namun setelah Muhammad Mursi dilengserkan, terowongan penghubung Mesir-Palestina dihancurkan satu persatu, bahkan pemerintah Mesir telah menutup rapat Gerbang Rafah secara permanen. Selama 51 hari sejak 7 Juli 2014, Israel melancarkan agresi militer ke-4 dengan menjatuhkan 20.000 ton peledak di Gaza. Tujuannya untuk menghancurkan kekuatan mujahid Al Qassam, menghancurkan infrastruktur kepemimpinan Hammas, dan merebut Gaza. Namun ketiganya gagal.

“Kunci keberhasilan mujahid di Gaza adalah bukan senjata, melainkan dengan melibatkan Allah dalam setiap peperangan dengan memhon pertolongan Allah segera turun. Mereka selalu berusaha mencetak generasi penghafal Al-Qur’an sejak kecil agar pantas untuk mendapat pertolongan Allah.” Jelas sang pembicara. Ustadz Dzikrullah menampilkan berbagai video tentang kondisi di Palestina. Para audience tercengang dan miris menonton video-video tersebut.

Sebelum acara disudahi, dibuka sesi tanya jawab dimana terdapat empat penanya. Pukul 22.30 acara berakhir yang ditutup dengan closing statement Ustadz Dzikrullah antara lain bahwa permasalahan Palestina bukan hanya urusan kemanusiaan, namun merupakan urusan akidah. Kekuatan Gaza diperoleh dengan perjuangan panjang dan bantuan sekecil apapun sangatlah berarti. Kemenangan sepenuhnya adalah hak Allah, yang terpenting adalah terus istiqomah dalam berusaha.

Malam harinya, pukul 03.00 dilakukan bina ruhiyah bersama dengan sholat tahajud berjama’ah dilanjutkan shalat subuh dan membaca Al Ma’surat berjamaaah. Acara ditutup hari Ahad (23/11) pukul 04.45 WIB. []

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration