label-kajian

Selasa (28/10), pukul 16.15 WIB JN UKMI UNS feat SKI FK UNS mengadakan Kajian Rutin Selasa Sore (KSS) yang bertempat di aula utama Masjid Nurul Huda UNS. Kajian yang mengusung tema ‘Solidaritas Peduli Suriah’ tersebut diisi oleh Ust. Mas’ud Izzul Mujahid. Beliau adalah relawan Hilal Ahmar ke Suriah. Pada saat pembukaan beliau menyampaikan muqadimahnya. Menurut beliau, barometer keimanan seseorang bukan hanya dilihat dari rajinnya ibadah saja, panjang jilbab yang dipakainya saja, atau pun panjang janggot yang dipelihara seorang muslim namun keimanan seseorang juga dapat terlihat dari sejauh mana kepedulian kita kepada saudara semuslim. Itulah alasan mengapa kita harus peduli dan memikirkan saudara-saudara kita di Suriah yang saat ini masih dalam kondisi terjajah oleh kekufuran.
Ustad Mas’ud menceritakan pengalamannya dahulu ketika tinggal di Suriah, betapa dinginnya kondisi di sana. Secara umum, mereka jauh dari ancaman namun keadaan yang mencemaskan disana adalah saat mereka kesulitan mencari makan dan kelaparan berhari-hari. Makanan yang ada dan tersedia disana jumlahnya dibatasi. Oleh sebab itu mereka harus berusaha makan seadanya. Beberapa alasan mengapa kita harus peduli dan menyelamatkan Suriah adalah karena para ulama sendiri berpendapat bahwa Bumi syam yang terletak di Suriah akan menjadi wilayah Armagedon (wilayah perang semesta).
Disebutkan dalam kitab suci Al-Quran bahwa Armagedon merupakan perang antar bangsa sebelum terjadinya hari kiamat. Menurut beberapa ulama, Negara Syam akan melahirkan pahlawan-pahlawan yang tidak dapat dikalahkan. Itulah mengapa kita sebagai umat muslim harus peduli terhadap keadaan muslim lain di luar sana, khususnya di Suriah. Rasulullah bersabda Barang siapa yang membantu orang lain saat ia dalam keadaan susah, sekalipun kehormatannya sedang diinjak-injak maka Allah akan membantunya disaat ia membutuhkan pertolongan Allah. Jadi ketika kita berbagi dengan muslim yang lain, sama saja seperti kita menabung atau mengumpulkan energy positif yang suatu saat Allah akan mencairkan energy positif itu di saat kita membutuhkan pertolongan Allah swt.
Di akhir penutupannya, Ustad Mas’ud memutarkan beberapa video kondisi yang terjadi pada saat Suriah di bom, sangat mengenaskan. Banyak anak kecil yang terluka dengan kondisi bercucuran darah di bagian tubuhnya. Namun Maha Besar Allah, ada bayi yang masih hidup, walaupun terkena runtuhan bangunan. Ada juga anak kecil yang selamat dalam keadaan tertumpuk pasir. Para peserta menonton video tersebut dengan penuh seksama. Kajian berakhir pukul 17.30 wib, tepat sebelum maghrib.

 

Untuk Rekaman dalam bentuk mp3 bisa di download disini

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration