Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillahirabbil’alamin. Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’alayang telah menurunkan petunjuk-Nya dalam firman-firman yang agung dan akan tetap terjaga keagungan dan keasliannya hingga akhir zaman, Al-Qur’anul kariim. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswah hasanah kita, nabiyulloh MuhammadSholallohu ‘Alaihi Wassalam yang selalu kita nantikan syafa’atnya pada yaumul akhir nanti.

 Beberapa hari belakangan, publik Indonesia digemparkan dengan adanya berita mengenai pelarangan pemakaian jilbab bagi siswi sekolah di Bali oleh sebagian besar sekolah setempat. Pelarangan tersebut didasarkan pada adanya kebijakan di beberapa sekolah yang hendak menyeragamkan penampilan siswi didiknya. (Sumber:portalkbr.com/berita/nasional/3168160_4202.html)

 Menanggapi isu yang telah menimbulkan adanya gejolak dan dikhawatirkan akan memicu konflik di kalangan umat Islam Indonesia yang mayoritas berpenduduk Islam, termasuk adanya warga Muslim di Bali yang diyakini sangat terusik dengan adanya peraturan tersebut, maka dari itu kami, Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Universitas Sebelas Maret Surakarta (JN UKMI UNS), menyerukan kepada seluruh umat Muslim di Indonesia untuk menentang dengan sangat peraturan tersebut dan segala sikap dan bentuk penolakan terhadap penerapan syariat Islam di sana. Serta meminta kepada pemerintah Bali dan pemerintah pusat untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebab adanya pelarangan jilbab di hampir seluruh sekolah di Bali telah melanggar sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang diperjelas di dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (1) dan (2) yang berbunyi :

(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

 Berjilbab bukanlah budaya Arab yang bertentangan dengan adat di Bali ataupun di Indonesia secara global. Berjilbab adalah salah satu perintah yang dengan tegas tersurat dalam QS. An-Nuur ayat 31 yang berbunyi “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…”. Dan berjilbab sendiri merupakan bentuk dan perwujudan adanya kebebasan beragama sebagaimana yang diatur dalam UUD 1945 pasal 29 ayat (2).

 Pelarangan pemakaian jilbab yang dilakukan oleh hampir seluruh sekolah di Bali telah menunjukkan adanya intoleransi dalam beragama, sekaligus bertentangan dengan apa yang tertera dalam UUD 1945, di mana Indonesia adalah negara yang menghormati adanya keberagaman, termasuk dalam hal menjalankan keyakinan dan cara beribadatnya. Sekolah yang seharusnya mengajarkan seorang siswa-siswinya untuk taat beragama, pada kasus ini justru menentang seorang siswi Muslim yang ingin memenuhi perintah Tuhannya.

 Dan terakhir, kami meminta kepada pemerintah setempat, pemerintah pusat, dan seluruh warga Muslim di Indonesia untuk menolak segala bentuk pelarangan kebebasan beragama di Bali, secara khususnya, dan Indonesia, secara umumnya.

Surakarta, 17 Agustus 2014

Tertanda,

Jamaah Nurul Huda Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (JN UKMI UNS)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration