label-radio

Imam Ibnu Qudâmah al-Maqdisi rahimahullah (wafat th. 689 H) mengatakan, “Ketahuilah, bahwa amar ma’rûf nahi munkar adalah poros yang paling agung dalam agama. Ia merupakan tugas penting yang karenanya Allâh mengutus para Nabi. Andaikan tugas ini ditiadakan, maka akan muncul kerusakan di mana-mana dan dunia akan hancur.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Amar ma’rûf nahi munkar merupakan penyebab Allâh Subhanahu wa Ta’ala menurunkan kitab-kitab-Nya dan mengutus para Rasûl-Nya, serta bagian inti agama.”

1. Perintah dan larangan adalah dua tugas agung yang diberikan pada umat Islam. Melalui kedua tugas ini, terangkatlah derajat seorang manusia.

Wahai kaum mukmin, kalian benar-benar umat terbaik, yang ditampilkan ke tengah manusia lainnya, supaya kalian menyuruh manusia berbuat baik, mencegah perbuatan mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya kaum Yahudi dan Nasrani mau beriman kepada Al-Qur’an da kenabian Muhammad, maka hal itu lebih menguntungkan mereka. Di antara kaum Yahudi dan Nasrani ada yang mau beriman. Akan tetapi sebagian besar dan mereka adalah penentang kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad. (QS  Ali Imran [3]110)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang selanjutnya yang menyebutkan “Menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” Merupakan kalimat baru yang mengandung penjelasan tentang ciri khas yang membuat mereka menjadi umat yang terbaik, selama mereka berpegang teguh dan memelihara ciri khasnya tersebut. Namun, apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar-nya, maka akan lenyaplah predikat itu dari mereka. Dan Allah menjadikan mereka sebaik-baik umat bagi manusia karena mereka selalu memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran, dan mereka memerangi orang-orang kafir agar masuk Islam, sehingga keberadaan mereka dirasakan manfaatnya oleh selain mereka.  Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Adapun menurut riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu dan sejumlah Tabi’in adalah umat yang paling baik dan paling berguna bagi umat lainnya. Oleh karena itu, Allah berfirman ” kamu menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Sedangkan Imam Ahmad meriwayatkan dari Durrah binti Abu Lahab, Dia berkata “seseorang bangkit dan menuju Nabi ketika di mimbar, lalu bertanya ‘ ya Rasulullah siapakah manusia yang paling baik? beliau bersabda: ‘Manusia yang paling baik adalah yang paling tenang, paling bertaqwa, paling giat menyuruh kepada yang ma’ruf, paling gencar melarang kemunkaran dan paling rajin bersilaturahmi. Taghyîr al-munkar (mengubah kemungkaran) adalah kewajiban atas setiap Muslim.

Hudzaifah rhadiyallohu anhu telah mengatakan bahwa kelak di akhir zaman akan datang kepada manusia suatu zaman yang di dalamnya mereka lebih suka bila bersama dengan bangkai keledai daripada seorang mukmin yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran. Musa a.s. berkata “Wahai Rabbku, apakah balasan yang mengajak saudaranya untuk mengerjakan kebajikan dan mencegahnya melakukan kemunkaran?” Allah berfirman, “Aku akan mencatatkan baginya untuk setiap kalimat yang diucapkannya sama dengan pahala ibadah satu tahun dan aku malu bila mengazabnya dengan neraka-Ku.”

2. Islam adalah satu paket saling ada keterkaitan, tidak hanya mereka menjalan ibadah sholat, berbuat kebaikan, zakat, zikir tetapi ada kewajiban untuk beramar maruf nahi munkar maka mereka akan mendapat rahmat dari Allah, termasuk golongan orang yang shalih, golongan yang beruntung Allah berfirman dalam Al-Qur’an

Kaum mukmin laki-laki dan perempuan, sebagaian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka mengajak berbuat kebajikan, mencegah kemungkaran melakukan shalat, mengeluarkan zakat dan menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat rahmat dari Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat rahmat dari Allah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa untuk menolong kaum mukmin lagi Maha bijaksana ( QS at-Taubah [9] 71)

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat, menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran serta mereka bersegera melakukan kebaikan. Mereka itulah yang termasuk golongan shalih (QS  Ali Imran [3]114)

Wahai Muhammad, berilah kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang bertaubat yang beribadah yang memuji Allah, yang melakukan shalat pada tengah malam, yang ruku, yang sujud yang mengajak berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar serta orang-orang yang menaati syariat Allah. (QS. At-Taubah [9] 112)

 3. Allah menyebut orang yang shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai penolong agamaNya dan salah satu sebab datangnya pertolongan dan sumber kekuatan

“Sungguh Allah pasti menolong siapa saja yang membela agama-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Maha perkasa menghancurkan kezhaliman. Yaitu orang-orang mukmin adalah orang-orang yang ketika Kami beri kekuasaan di muka bumi, mereka melaksanakan shalat, membayar zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Di akhirat kelak, hanya Allahlah pemberi balasan semua amal manusia ( QS al-Hajj [22]40-41)3.

Tanda-tanda orang munafik dan kafir adalah menyuruh yang mungkar dan melarang dari yang baik, kikir dan Allah akan  melaknatnya

Kaum munafik laki-laki dan perempuan, satu sama lainnya saling mengajak berbuat mungkar dan mencegah berbuat ma’ruf. Mereka berlaku kikir.Kaum munafik lupa kepada Allah. Karena itu Allah melupakan mereka. Sesungguhnya kaum munafik adalah orang-orang yang durhaka (QS. At-Taubah [9] 67.

Telah dilaknati orang-orang kafir dari kalangan Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan karena mereka durhaka dan selalu melampui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sesungghnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu (QS Al-Maidah [5] 78-79).

 4. Wasiat Luqman kepada putranya tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Wahai anakku tersayang, laksanakanlah shalat, suruhlah menusia berbuat baik dan cegahlah manusia berbuat dosa (mungkar). Bersabarlah kamu menghadapi segala cobaan yang menimpa dirimu. Sungguh, perbuatan demikian itu termasuk urusan yang berat (QS Luqman [31] 17).

5. Begitu pentingnya Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar sehingga Rasul saw sendiri memasukkan nya sebagai definisi Islam.

“Islam itu delapan bagian, Islam satu bagian, shalat satu bagian, zakat satu bagian, puasa Ramadhan satu bagian, haji ke Baitullah satu bagian, dan amar’ ma’ruf satu bagian, nahi munkar satu bagian, dan jihad satu bagian. Celakalah orang yang tidak mempunyai bagian.” (HR. Abu Ya’la)

Al-Hakim meriwayatkan dari Rasulullah saw, ia bersabda, “Islam itu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan, haji, amar ma’ruf nahi munkar dan mengucapkan salam terhadap keluargamu, barangsiapa mengurangi sesuatu dari semua itu, maka ia telah meninggakannya, maka ia telah membelakangkan Islam di punggungnya.

Kata ma’ruf mencakup semua yang dituntut dan diperbolehkan oleh syariat Islam, baik berupa kewajiban (fardhu), sunnah, atau mubah. Sedangkan kata munkar mencakup semua yang tidak diperbolehkan oleh syariat atau yang diperintahkan oleh Allah untuk dihindari dan disingkirkan, termasuk hal-hal yang haram dan makruh.

Tugas kaum muslimin adalah menegakkan dan melestarikan seluruh komponen Islam. sebagai indikator tegakya Islam ialah wujudnya pemerintahan Islam di dunia Allah berfirman,

Sungguh Allah pasti menolong siapa saja yang membela agama-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Maha perkasa menghancurkan kezhaliman. Yaitu orang-orang mukmin adalah orang-orang yang ketika Kami beri kekuasaan dimuka bumi, mereka melaksanakan shalat, membayar zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Di akhirat kelak, hanya Allahlah pemberi balasan semua amal manusia ( QS al-Hajj [22]40-41).

Bahkan pada shalat pun meski kita telah memilih Imam (pemimpin) yang paling alim dan paling saleh misalnya seperti Nabi Muhammad, tetap saja kita berkewajiban mengingatkan Imam jika mereka salah atau lupa dalam shalat. Apalagi jika manusia itu di bawah level Nabi seperti wali, ulama, murobi, dan sebagainya. Ini Nabi sendiri yang memerintahkan.

Bahkan Nabi menyatakan bahwa jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di depan penguasa yang zalim dan kejam meski dia menanggung resiko hukuman yang amat berat.

Seutama-utamanya jihad adalah perkataan yang benar terhadap penguasa yang zhalim (HR Ibnu Majah, Ahmad, At-Tabrani, Al-Baihaqi, An-Nasai dan Al-Baihaqi).

Barangsiapa melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatitnya. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman (HR Muslim).

Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman yang dimaksud disini bukanlah bahwa orang yang lemah itu jika mengingkari dengan hatinya berarti keimananya lebih lemah dari keimanan orang selainnya dirinya. Akan tetapi yang dimaksud adalah bahwa hal itu merupakan serendah-rendah keimanan. Karena yang namanya amal perbuatan yang nyata itu merupakan buah iman. Buah yang tertinggi dalam persoalan nahi munkar adalah mencegah dengan menggunakan tangannya. Jika ia sampai mati terbunuh, maka ia berarti mati syahid. Dalam mengisahkan Luqman, Allah Ta’ala berfirman,

Wahai anakku tersayang, laksanakanlah shalat, suruhlah menusia berbuat baik dan cegahlah manusia berbuat dosa (mungkar). Bersabarlah kamu menghadapi segala cobaan yang menimpa dirimu. Sungguh, perbuatan demikian itu termasuk urusan yang berat (QS Luqman [31] 17).

Summber : arrahmah.com

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration