label-radio

Pengertian Zikir

Zikir, berasal dari bahasa Arab yang berarti ingat, sebut, ajaran. Zikir, dalam konteks agama Islam, adalah perbuatan mengingat atau menyebut kebesaran Allah. Zikir bisa dilakukan secara lisan maupun secara batin. Zikir lisan bisa dilakukan secara lirih maupun keras. Berdasarkan tingkatannya, zikir dimulai dari zikir keras dengan menyebutkannya. Zikir keras dimaksudkan agar hati kita selalu terbiasa mengingat kebesaran Allah. Setelah terbiasa dengan adanya zikir lisan yang keras, naik pada tingkatan berikutnya yang mulai dilafazkan secara lirih hingga kemudian menjadi zikir an-nafs atau zikir hati. 

Zikir hati adalah zikir yang dilakukan dengan memperhatikan apa yang ada dalam nuraninya terhadap kebesaran dan keindahan Allah swt. Zikir hati adalah zikir yang tak terdengar, ia diucapkan oleh perasaan (hati) dan disadari oleh gerakan dalam tubuh. Misal kadang-kadang kita merasa kebesaran Allah dalam tubuh kita. Jantung yang berdetak secara teratur, nafas yang keluar secara normal, pikiran yang bekerja secara maksimal. Ketika kita secara tiba-tiba menjadi takjub dan teringat kepada Allah, maka itu termasuk zikir hati. Tingkatan yang paling tinggi adalah zikir yang paling tersembunyi, dengan memandang kebenaran dengan penuh keyakinan, dan tidak ada yang melihat zikir ini melainkan Allah swt semata. Seperti yang tersurat dalam QS. Thaha : 7,”Sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” Jika zikir ini telah tercapai, maka ruhnya –nuraninya- akan selalu terpaut kepada Allah semata. Dunia tak lagi menyilaukannya, harta tak lagi menarik hatinya. Yang ada hanyalah segala hal ditujukan kepada Allah swt dan zikir tak pernah terlepas dari lisan dan hatinya. Maka tak heran ketika ada sahabat Rasulullah yang bisa menghatamkan Al-Qur’an dalam sehari. Disamping mengerjakan pekerjaannya sehari-hari, lisan dan hatinya tak pernah berhenti melafazkan ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan ada sebuah kisah tentang seorang nenek tua yang perkataannya tak pernah lepas dari ayat-ayat Al-Qur’an. Masya Allah..

Zikir yang biasa dilafazkan :

  1. Tasbih : Subhanallah
  2. Tahlil : Laailaaha ilallah.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw,” Sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah ‘La ilaha illaLlah.’”

  1. Takbir : Allahu Akbar
  2. Tahmid : Alhamdulillah
  3. Basmalah : Bismillahirrahmanirrahim
  4. Hasballah : Hasbunallah wani’mal wakil
  5. Istighfar : Astaghfirullahal’adzim
  6. Hauqolah : Laa haula wala quwwata illaa billahil’aliyil ‘adzim
  7. Zikir-zikir lain yang ma’tsur yang diizinkan oleh Rasulullah saw
  8. Ayat-ayat Al-Qur’an
  9. Bacaan dalam sholat
  10. Doa khatam Al-Qur’an

 Syarat-syarat Zikir

Di permulaan, agar zikir lebih bermakna, zikir diucapkan kuat-kuat, dilakukan secara sadar (tidak lalai), mengerti artinya, dan dihayati makna yang terkandung didalamnya. Apalagi saat melafazkan kalimat tauhid dan sifat-sifat Allah. Dengan cara ini hati mendengar ucapan zikir dan diterangi dengan apa yang dizikirkan.

 Keajaiban Zikir

Zikir bukan hanya perbuatan yang berupa perkataan lisan dan batin. Seseorang yang sudah menyadari hakikat zikir akan menjaga jism-nya (jasmaninya, fisiknya) agar tetap berada di jalur yang sesuai syari’at pagi, siang, dan malam. Ia akan benar-benar menjaga dirinya dari maksiat sekecil apapun. Ada seorang sahabat yang akan menggigil saat ia bersentuhan dengan teman yang bukan mahram. Ia menangis ketakutan karena begitu takut hafalan Al-Qur’an yang ia kumpulkan sejak SMA hilang karena ia bersentuhan dengan orang yang bukan mahram. Subhanallah. Betapa itu mengingatkan kita tentang seseorang yang senantiasa mengingat Tuhannya dimanapun berada, hingga hal yang mungkin dimaklumi karena tidak sengaja bersentuhan dengan non-mahramnya ia anggap sebagai sebuah maksiat yang akan merusak hafalan Qur’annya.

Seseorang yang sudah terbiasa dengan zikir, akan menganggap zikir sebagai sebuah kebutuhan. Ada kerinduan untuk selalu menyebut asma agung Rabbnya. “..Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali-Imran : 191)

Syaikh Abdul Qadir Jailani menyebut seseorang yang senantiasa berzikir sebagai bayi makna. Dalam QS. Ali Imran ayat 191 disebutkan bahwa orang yang senantiasa berzikir akan memikirkan proses penciptaan langit dan bumi. Termasuk memikirkan apa yang ada didalamnya. Ia menangkap makna yang Allah rahasiakan atas penciptaan terhadap segala sesuatu. Zikir yang telah sampai ke hati akan berdampak dahsyat pada kehidupan seseorang. Apabila orang itu hidup dan sadar dengan zikir atau ingatan kepada Allah dan menerima kebenaran secara hak, dapat diumpamakan bahwa matanya tertidur tetapi hatinya terjaga, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw.

 Keutamaan Zikir

  1. Lebih dekat kepada Allah : karena kita senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya pula.
  2. Terhindar dari marabahaya, seperti kisah Nabi Yunus ketika ditelan ikan paus. Atau kisah ashabul kahfi saat terjebak di dalam gua.
  3. Menghindarkan diri dari godaan setan
  4. Menenangkan hati. Hanya dengan mengingat Allah-lah hatimu menjadi tenang.
  5. Merasakan manisnya iman.
  6. Menghindarkan dari berbuat maksiat, baik maksiat batin maupun dhohir.
  7. Dan lain-lain. Bisa disimak di http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/51-keutamaan-dzikir.html

Sumber :

Rahasia Segala Rahasia (Intisari Pemikiran Sufistik), Syaikh Abdul Qadir Jailani

http://tentangdalamislam.blogspot.com/2010/01/pengertian-zikir-dan-kelebihannya.html

http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/51-keutamaan-dzikir.html

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration