label-tulisan

Sejarah terus berjalan meninggalkan jejak-jejaknya yang begitu membekas dalam benak para pemuda Indonesia. Ketika bendera negeri ini berkibar dengan bebasnya di puncak tertinggi langit nusantara, itu semua dipelopori dan diperjuangkan oleh kaum mudanya. Sekat-sekat suku, ras, dan agama seakan menghilang ditelan persatuan. Namun tak menghilangkan jati diri masing-masing. Akan tetapi seiring berlalunya waktu, goresan tinta emas itu seakan memudar terhapus oleh segala angkara di negeri ini. Kisah heroik para pahlawan seakan lapuk termakan segala kerusakan yang mendera setiap lini bangsa ini. Kerusakan moral, kerusakan mental dan segala bentuk kerusakan yang lainnya. Sejarah pun dengan dingin meninggalkan para pecundang muda ditengah pekatnya permasalahan negeri ini. Mereka bak kuncup yang telah layu sebelum berbunga.

Namun ditengah bergugurannya para pemuda Indonesia ternyata masih ada segelintir penerus bangsa yang setia terhadap negerinya. Inilah para pewaris negeri yang akan melanjutkan estafet peradaban. Para pemuda yang akan menjadi tonggak perubahan bangsa. Bangsa yang kian terpuruk dengan setumpuk masalahnya. Bangsa yang masih mencari putra-putra terbaiknya yang akan menjadi penggerak roda untuk merintis sesuatu yang disebut dengan perubahan. Sehingga bangsa ini kelak akan tampil ke permukaan dan menjadi kontributor peradaban dunia yang baru. Oleh karena itu seperti yang sering digaungkah oleh pepatah :

daripada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan!.

Sederhana memang, kita “hanya” membutuhkan keyakinan yang kuat dan tekad yang membaja serta diiringi usaha yang optimal untuk menyalakan api itu. Karakter inilah yang seharusnya tertanam dalam setiap jiwa di negeri ini. Namun sejauh mata memandang ternyata hanya segelintir manusia Indonesia yang memiliki itu semua, dan saat ini karakter itu tidak dapat ditemui kecuali dalam diri pemuda Indonesia khusunya para mahasiswa. Sampai pada akhirnya ketika para pemuda ini telah berkumpul dalam sebuah barisan, maka merekalah yang akan tampil sebagai tim impian itu. Sebuah tim yang didalamnya tidak ada pemikiran lain kecuali yang bermanfaat untuk memajukan dan merubah tatanan kehidupan bangsa ini. Merekalah para eksekutif muda, para reformis peradaban yang akan mengantarkan setiap insan dalam negeri ini untuk bisa menyaksikan indahnya matahari pagi. Merasakan perubahan dalam setiap jengkal kehidupan, yang selama ini hanya ibarat fatamorgana dalam gersangnya padang pasir.

Lantas kenapa harus mahasiswa? Karena mahasiswa bukanlah mereka yang hanya sekedar bersekolah di universitas. Lebih dari itu mereka adalah pewaris negeri ini yang mampu melakukan perubahan yang berarti. Perubahan yang akan bermuara pada perbaikan. Merekalah sebenarnya para mahasiswa itu. Oleh karenanya negeri ini tidak punya pilihan lain selain bertumpu kepada para mahasiswanya. Dan saat ini adalah momentum itu. Untuk membangun kembali sebuah kejayaan yang sudah terlampau lama terlelap dalam tidur panjangnya.

Enam puluh tujuh tahun yang lalu negeri ini tidak akan pernah berdiri dan bangsa ini tidak akan pernah terbebaskan, hanya dengan darah satu orang saja, hanya dengan air mata satu orang, hanya dengan ide satu orang saja. Maka negeri ini tidak cukup membutuhkan seorang pemimpim saja, tapi lebih dari itu negeri ini mengharapkan sebuah tim impian. Tim yang suatu saat akan berkumpul dalam sebuah lapangan yang luas dan bersama-sama meneriakkan “Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada!”.

Inilah seruan kepada setiap insan mahasiswa, bukan siapa-siapa yang akan menjadi tim impian itu tapi hanyalah mereka yang mau berproses, dan setiap dari mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk tergabung dalam tim impian itu. Maka, sudah saatnya proses itu dimulai saat ini juga. Tidak ada waktu lagi untuk berdiam diri sehingga matilah semua potensi. Lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan, dengan segenap kemampuan, dengan cara apa pun, dimana pun, kapan pun, kepada siapa pun, sampai kamu sudah tidak mampu lagi melakukannya (John Wesley).

Ini adalah kami para mahasiswa yang berusaha berjuang untuk sebuah perbaikan. Bukan karena kami manusia-manusia terbaik, karena kami memang bukan yang terbaik. Tapi lebih kepada kami yang ingin berproses menjadi lebih baik. Kami ingin menggoreskan tinta emas dalam setiap lembar kehidupan. Tak peduli mereka yang menghujat kami, yang meremehkan, yang tidak perhatian, atau yang tidak peduli sekalipun. Karena bukan pujian atau perhatian yang ingin kami dapatkan. Bukan juga popularitas, jabatan, atau niat busuk yang lain. Kami hanya ingin setiap gerak langkah ini ada kebermanfaatan didalamnya. Sekali lagi bukan untuk dipamerkan. Kalaupun kaki ini harus patah maka biarkan dia patah ketika melaksanakan tugasnya, dan jikapun tubuh ini harus remuk maka biarlah ia remuk saat mengemban amanahnya. Tugas ini memang berat, tapi tak cukup berat untuk memaksa kami untuk berhenti. Tak peduli sebesar apa masalah yang akan menerpa, kami tidak akan mundur walau selangkah. Juga tidak akan terbersit sedikitpun keinginan untuk menyerah. Karena, ketika ada salah satu dari kami yang terjatuh maka akan selalu ada yang membantu untuk berdiri.

Itulah yang akan dikatakan setiap mahasiswa sejati putra terbaik Indonesia dalam masa perjuangannya.

Mari bergerak bersama kawan, ingatlah bahwa ketika hembusan nafas ini masih senantiasa mengalir, ketika bendera negeri ini masih gagah berkibar di hamparan dirgantara nusantara, dan ketika sang surya masih menghangatkan dunia, maka harapan itu masih ada!.

5/10/12

10:07 a.m.

Ditulis oleh :

Hanafi Ridwan Dwiatmojo

Kepala Depatemen Kaderisasi JN UKMI UNS 2013

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration