SOLO — Aqin Rizka Ayati (19),  mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengidap penyakit langka Guillain Barre Syndrome (GBS), Selasa (11/6) malam, akhirnya meninggal dunia. Aqin mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.25 WIB dalam perawatan di Ruang ICU RS Dr Oen Surakarta, dengan didampingi kedua orangtuanya.

Ayah Aqin, Agus Wibowo (41) menuturkan kepergian putrinya berlangsung tanpa ada tanda-tanda seperti kejang-kejang dan lain sebagainya. “Hanya seperti orang tidur dan jantungnya tiba-tiba tidak berdetak,” kata Agus saat ditemui di rumah sakit.

Ibu Aqin, Kinah (40) menambahkan dia sempat membacakan doa-doa untuk Aqin sebelum meninggal dunia. “Saya bangga sekali dengan anak saya, cantik luar dalam. Mungkin Allah tidak ingin dia sakit terus,” ujarnya. Kinah mengatakan Aqin akan dimakamkan, Rabu (12/6)  di Colomadu, dekat dengan makam eyangnya. “Karena saat eyangnya meninggal Aqin tidak tahu dan eyangnya itu sayang sekali sama Aqin,” lanjut Kinah.

Aqin, mahasiswi Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta, hampir dua pekan dirawat dengan didiagnosis menderita GBS. Penyakit itu membuat tubuhnya tidak bisa digerakkan. Sementara sejumlah mahasiswa FKIP, yang dimotori oleh BEM setempat dengan didukung Joglosemar, sempat melakukan penggalangan dana untuk  membantu Aqin.  Rahayu Astrini

Sumber : http://joglosemar.co/2013/06/aqin-meninggal-dunia.html 

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration