Ragam kejahatan baru bisa diciptakan. Tanpa sadar, hal itu diajarkan kepada kita melalui televisi. Sering kali, ketika menyaksikan film/sinetron, dengan kejahatan antagonis yang kadang tak masuk di akal. pertanyaannya : “apakah ada orang sejahat ini di dunia nyata?” maka yang terjadi ada 2 kemungkinan besar.

  1. Kejahatan tersebut memang ada, entah pengalaman penulis naskah dan sebagainya.
  2. Kejahatan itu hanya fiktif. Agar semakin terasa “wah” dramanya. baik fiktif maupun tidak, kejahatan2 tersebut, secara subliminal tertanam di otak penonton, yang bisa saja sebagian besar sama sekali tidak menyangka ada bentuk kejahatan seperti itu.

Maka, ada saja, orang-orang yang jahat, akhirnya memiliki “wawasan dan ilmu pengetahuan” baru mengenai tipe-tipe bentuk kejahatan yang baru, kelicikan-kelicikan,­ kekejian-kekejian baru yang tak masuk akal bagi orang yang fitrah hatinya masih jernih… melalui film/sinetron di televisi dsb.

Membunuh anak kecil demi melukai hati orang tuanya yang merupakan musuhnya, mencelakai orang lain yang dianggap saingan, mendorong orang cacat dari ketinggian, kebencian yang membabi buta, dll.

maka, masihkah kita harus tenang-tenang saja terhadap televisi?
Let’s think again.

oleh : M Rizqon F, Tindak Isu

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration