*Oleh Ulfah Maslahah
21 Oktober 2012
15:14

Hujan dan angin begitu semangat mewarnai sore ini..
Ada rasa heran yang terbesit di sini,
Ya, heran- tumben sangat tepar tak langsung menerjang setelah aktivitas padat di luar kota-
Tapi saya pun tau jawabannya….
Karena ternyata..dia semakin terasa dekat dan bermanfaat.
Hujan dan angin yang seharusnya menjadi dua godaan hebat untuk segera mendekat ke tempat tidur, ternyata dapat dikalahkan oleh rasa yang begitu membuncah…rasa sayang jika harus menunda2 untuk menuliskan semua ini, rasa menyesal jika kenangan ini sampai ada episode yang terlupa, sedikit saja, saya tak rela…..

Sebuah mutiara yang indah, pastilah berasal dari proses panjang yang begitu keras dan melelahkan..
Dari sebuah karang yang kemudian tak henti-hentinya menangis karena rasa sakit dan perihnya saat pasir2 yang masuk ke tubuhnya..namun saat proses itu terlalui..yang kita lihat hanyalah kemilaunya..

Berlebihan? Tak apa..^^
Karena memang proses perjuangan menuju agenda ini -bagi saya pribadi- cukup berat, syukron buat sobat DPP-Anggoro, Punto, Falah, Rosyid, Khalid, Darul, Ghofar, Nia, Ria, Fida, Nia, Ika, dan Tyas-hanya Dia yang dapat membalas semua perjuangan kalian…
Ada juga yang galau saat hendak mengikuti agenda ini atau tidak, meskipun saya yakin, mereka tak kan menyesal mengikutinya.
Dan..ada juga yang hampir putus asa…karena jalanan yang memang berliku dan panjang -makna denotasi-, hingga harus berjuang dari pukul 17.30 sampai 21.30 untuk menemukan lokasi, sampai kemudian terbesit niat, ketika hendak bertanya kembali..maka yang akan mereka tanyakan adalah jalan pulang menuju solo…but….sekali lagi…tak ada rasa sesal, bahkan semakin memperindah kenangan, betul kan mb Khalida , Lina , dan mb Ela?:)
Ada juga yang hanya sempat mengikuti pembukaan, Eka khusnul dan Amin, syukron ukhti..meskipun tak sempat mengikuti sampai akhir..semoga tetap ada kenangan indah bersama kami…

Dan masih banyak perjuangan2 lain yang mungkin memang sulit..tapi menjadi bumbu tambahan yang semakin merekatkan kenangan.

Ashar berkumandang…sholat dan ma’tsurat menjadi pembuka yang paling awal, hingga kemudian di bawah saung yang begitu menenangkan, dengan view sungai dan jembatan bengawan solo ‘yang riwayatmu kini…’ begitulah sang ketum, Akh Insan mengawali sambutan, desauan angin yang menyejukkan, serta hamparan sinar menjelang senja yang menghangatkan.
Hingga kemudian…kami diberi dua pilihan..mau memilih ‘kehilangan’ tangan? Atau mata?
Cobalah bayangkan….dan rasakan….
Sejak menjelang maghrib, sampai sekitar pukul 19.30…kenikamatan tangan atau mata kami diputus sementara. Namun betapa beruntungnya kami..itu hanya sekitar dua atau tiga jam saja..dan itupun, kita masih memiliki partner yang dapat melengkapi kelemahan kita…
Just imagine that….
How hard their living..without eyes and complete hand..

Bersyukur, menjadi poin penting……….dari situlah kami belajar…..
“saat sepatumu rusak..maka ingatlah mereka yang tak memiliki kaki……”
Sederhana saja………….namun begitu menghujam…sampai dasar..yang paling dasar..ada nurani yang bergetar………….

Tak berhenti di sana..
“jangan pernah ragu bahwa sekelompok kecil orang yangmemiliki kepedulian dan komitmen, maka akan merubah dunia. Sungguh inilah suatu hal yang pasti.”
Berkali-kali..berulang-ulang kami ucapkan..hingga masuk, melewati aliran darah…dibawa ke hati…sampai ke yang paling dasar..hingga getaran itupun menular melalui pita suara..dan terlontar oleh lisan kita..
Serempak, kompak, terpancar oleh mata yang saling bicara tanpa kata, bahwa kita yakin!!!!

Waktu berlalu teramat cepat…jiwa ini begitu haus akan nilai2 kehidupan yang diajarkan…
“hiduplah untuk MEMBERI sebanyak-banyaknya..bukan menerima sebanyak-banyaknya………..”
Kembali tertunduk…..serasa semakin ringan…yaaa…diri ini terasa kecil…teramat kecil……………….

Malam berlari….masih haus…dan kembali disiram…
Renungan tentang mengapa kita di sini….dan haruskah kemudian kita berlari??
Dan tersentak pula oleh kematian yang sangat pasti….
Serta….ibu…..

Ah…tak tertuliskan dan terlukiskan…

Angin membersamai istirahat kita…meski hanya bergelar tikar…terasa begitu damai…bersama sahabat perjuangan..
Meski terlukis lelah di wajah mereka..tapi begitu damai dan menyejukkan…………

Dingin..menusuk tulang…air wudhu menjadi pembuka dan mengawali hari….
Berdoa bersama…dinaungi berjuta bintang dan bulan yang mengintip malu-malu…
Gemericik air sungai yang ikut bertasbih…dan lantunan doa dari Falah…
Syahdu……angin pun tak mau kalah…membelai lembut..turut berdoa dan menikmati shalat ini…

Shubuh beranjak….
Ma’tsurat bersama..tilawah…
Ah..betapa damai dan indah…………….

Udara tak lagi dingin..tapi begitu menyegarkan….
Riyadhoh ringan semkin menyegarkan…
Hingga kemudian…saung kecil menjadi saksi…saat Pak Indarawan kembali membawa dan menyadarkan kita…tentang sebuah ukhuwah………

Dalam lingkaran kecil….dari rasa sayang yang begitu tulus….dengan tak bermaksud menyakiti…masing2 melontarkan apa yang dikhawatirkan dari diri kita….agar semua ketulusan tak ternodai oleh bintik2 hitam yang ada di hati masing2.
Syukron untuk Muhim, Gati, Puji, Isna, Mb Khalida, Nisa, Puput, Ria,
Trimakasih atas kepedulian kalian:)

Berlanjut….saat kemudian mata ini dipejamkan sementara..mendengarkan kisah………………..

Di sebuah saung kecil yang begitu mendamaikan…sekelompok kecil manusia , duduk terdiam..hingga kemudian beranjak satu persatu….menuju lahan yang penuh rerumputan….yang begitu lembut, dan terdengar gemericik air…bening..air terjun menjadi sumber…besar, namun lembut..jatuh di atas bebatuan yang kokoh,,,namun tetap terkikis……..hingga kemudian kaki ini berjalan mengikuti aliran sungai ini..dan sampailah di sebuah danau….
Indah..bening..
Ada sampan yang tertambat..hingga kemudian dikayuh…dan sampailah di tepi seberang danau………
Ada lubang hitam di sana…kami ikuti..terus masuk ke dalam…
Dan……..terlihat jelas di dalamnya….sebuah tembok besar, hitam! Namun kita dapat melihat dengan jelas apa yang tertera di sana…….kumpulan noda-noda yang ada di hati ini..jelas! Amat jelas!
Hingga kemudian kami hantamkan apa yang ada di sekeliling kami, untuk merobohkan tembok itu.
Keras, sangat susah..
Takbir menggema.…berkali-kali..hingga kemudian tembok itu runtuh…………
Dan kitapun mulai membangun tembok baru…satu per satu batu bata yang ada kami susun…
Semakin tinggi…dan teramat tinggi…
Berdirilah sebuah tembok putih…suci…yang kemudian di situlah kita menggoreskan pena emas dengan semua mimpi-mimpi kita..dengan segala hal positif yang akan kita lakukan.
Penuh!
Ya…tembok itu telah penuh dengan goresan tinta emas yang telah kita ciptakan…
Saatnya aksi! menuliskan tinta emas di kehidupan yang nyata.

Berbalik…..kembali mendayung…..menuju ke tepi danau…diikuti tarian ikan-ikan kecil yang brgitu bewarna..indah…..
Samapi di tepi danau…kembali menyusuri sungai….sampailah di air terjun…terasa semakin indah dari sebelumnya……

Masih dalam mata yang terpejam…

Kami kembali….melewati rerumputan..hinggga kemudian sampai kembali di saung kecil…
Sekali lagi..terasa semakin indah………
Maju..selangkah demi selangkah…hingga bertemu dengan saudara-saudara kita…
Mendekap mereka…tanpa tau siapa dia…siapa yang ada di dekat kita..
Dan siapapun dia…kita akan bersama-sama..menjadi sekelompok kecil yang merubah dunia!

Betapa bahagia….hingga kemudian kami membuka mata…semakin erat dekapan ini..sekan saling berbisik..
Kita bersama..yang akan mengubah dunia..
Berbisik lewat mata…air mata ketulusan turut menjadi saksi….
Sekali lagi…betapa indah………………

Ah…sayangnya…waktu berlari semakin cepat……….
Matahari meningggi…
Diujung pertemuan…satu persatu…saling memberi hadiah…ungkapan rasa syukur memiliki saudara seiman yang berjuang bersama…
Tertuliskan apa yang dirasakan…

“ah..sayang sekali..harusnya ini up grading pertama..bukan yang kedua…” Bima Wirawan menjadi yang pertama memberi pesan kesan.
“waktu yang tersisa tinggal dua bulan…mari kita maksimalkan.” kabid nisaa’ berbicara…
“ada dua kata, menyesal dan berjuang. Menyesal karena saya beru mendapatkan semua ini seetelah 10 bulan lamanya.dan hanya tersisa dua bulan lagi untuk perjuangan ini.” Isna Maylani menambahkan..
Dan juga khalida, gati, dan puput yang tak sempat menyampaikan..

Terimaksih semuanya…
Atas segala kenangan indah dalam perjuangan ini…
Dan rabithahpun mengalir………
Sesungguhnya Kau tau, bahwa hati kita tlah berpadu..
berhimpun dalam naungan cintaMu..
Bertemu dalam ketaatan..bersatu dalam perjuangan..
Menegakkan syariat dalam kehidupan…..

Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman, dan indahnya tawakal padaMu..
Hidupkan dengan ma’rifatMu..
Matikan dalam syahid di jalanMu…
Engkaulah pelindung dan pembela…….
Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya,
Tunjukilah jalan-jalannya.
Terangilah dengan cahyaMu yang tidak pernah padam..
Ya Rabbi, bimbinglah kami……
Ya Rabbi, bimbinglah kami……

>dekat-bermanfaat

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration