Bandung dipagi hari, dingin menyelimuti. Perjalanan kami menimba ilmu dan menjalin silaturahim pun dimulai. Labih dari 1500 mahasiswa dari seluruh Indonesia berkumpul dalam satu tempat, dan satu visi. International Muslim Student Summit (IMSS), perhelatan akbar Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia yang diadakan di Kampus Institut Teknologi Bandung. IMSS kali ini mengangkat tema  Youth, Leadership, better world yang selama 4 hari (15-18 Juli) kedepan akan mengadakan serangkaian acara yang akan menyatukan gerak, dan mengakselerasi produktivitas mahasiswa.

Hari pertama, 15 July 2012. Peserta sudah harus bangun pukul 04.00 pagi untuk melakukan shalat tahajjud, dan sudah bersiap jam 05.00 untuk berangkat. Rombongan (Putra) JN UKMI dan Solo Raya berangkat dari penginapan di TEDC Bandung. Dan Rombongan (putri) berangkat dari penginapan kampus UPI Bandung. Suasa Bandung saat Shubuh sangat dingin, mirip seperti daerah Tawangmangu, Karanganyar :). Pemberangkatan dengan Bus menuju ke Kampus ITB, tepatnya di Gedung Sabuga. Jarak dari Gedung Sabuga dan penginapan kami cukup jauh, , kurang lebih hampir 1 jam waktu kami habiskan waktu di perjalanan.

Pukul 08.30 akhirnya kami sampai di depan Gedung Sabuga. Kami bertemu terlebih dahulu dengan pendamping untuk pengaturan administrasi. Diawali dengan makan pagi dengan menu nasi kuning ”ala Bandung”.

Cukup lama menunggu acara dimulai, akhirnya kami memasuki Gedung Sabuga karena acara akan segera dimulai. Dengan pemutaran vidoe profil IMSS dan Twitter Visualization yang menampilkan twitt terbaru tentang @IMSS_2012 yang ditampilkan secara kreatif oleh panitia. Subahanallaha, kira-kira itu ekspresi yang kami rasakan. Betapa tidak, dengan didukung Sound System yang pas, IMSS diawali dengan penampilan kesenian musik khas Sunda dan diiringi tarian-tarian oleh anak-anak. Suasana Sabuga menjadi lebih bergelora, ketika kawan-kawan LDK saut-menyaut mengumandangkan takbir, putra-putri bersemangat mengumandangkan Takbir Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Tilawatil dan Tasmi’ Alqur’an. Sungguh menyentuh hati, alunan nada yang indah. Hampir seluruh peserta IMSS di Gedung Sabuga tertunduk ketika ayat suci Al Qur’an dibacakan.

Sambutan diawali dari Ketua Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia) Achmad Rochfi’ Chaniago menekankan pada peran strategis lembaga dakwah kampus. Dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor ITB Prof. Akhmaloka, Ph.D beliau menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki keseimbangan, memiliki IQ, EQ dan SQ. Dan mahasiswa harus dekat dengan masyarakat, mahasiswa harus bergerak bersama-sama dengan rakyat untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik. Kata beliau, mahasiswa harus bertanggung jawab kepada masyarakat, karena biaya kuliah mahasiswa sebagian menggunakan dana dari rakyat.

Ternyata penampilan seni ternyata juga ditampilkan oleh kawan-kawan STSI Bandung dengan teatrikal, yang mengusung tema persatuan umat Islam menjadi acara yang berikutnya,  yang mereka peragakan dengan apik dengan adegan Demonstrasi dan tarian “robot”.

Kemudian acara dibuka secara simbolis oleh Rektor ITB, Bagian Kemahasiswaan ITB, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia dan ketua pelaksana IMSS 2012 dengan pemukulan Gong secara bersama-sama.

Jreng jreng, di akhir acara Shoutul Harokah hadir menyemarakkan acara dengan alunan lagu mereka yang “menggugah” semangat Allahuakbar!. Banyak kawan-kawan yang LDK yang larut dalam semangat tersebut, ada yang meneriakkan takbir, melompat-lompat bahkan ada yang naik ke atas panggung untuk ikut bernyanyi J. Lagu terakhir dari ShoHar “Bingkai Kehidupan” menjadi penutup acara Pembukaan IMSS 2012.

Waktu istirahat sebelum acara Indonesian Young Islamic Leader (IYIL), dimanfaatkan oleh peserta untuk makan siang, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan Shalat Dzuhur di Selasar Sabuga.

Setelah itu, acara dimulai kembali, yaitu Indonesian Young Islamic Leader (IYIL) yang merupakan acara inti hari pertama IMSS. Diawali dengan pembukaan oleh moderator yang dibawakan oleh Ketua Umum Gamais ITB 2012. Bu Tri Mumpuni menjadi pembicara pertama yang menyampaikan materi, beliau merupakan penggagas teknologi mikrohidro masuk desa, uniknya beliau tidak mau menyampaikan materinya (yang sudah beliau siapkan dalam bentuk slide) kepada peserta IYIL sebelum Pak Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN) hadir.

Banyak sekali inspirasi yang beliau berikan kepada kami, salah satu hal yang menarik yang beliau sampaikan adalah “jika kita ingin membuat perubahan, maka jangan terlalu muluk-muluk, mulailah dari hal yang simpel, realistis dan dapat kita capai serta bermanfaat untuk orang lain”. Dan “Start from the small things, but millions!

Suasana bertambah semangat ketika Pak Dahlan Iskan memasuki Sabuga, dan seperti biasa gaya beliau yang selalu “unik” membuat sebagian dari kami tertawa dibuatnya. Pak Dis (Sapaan untuk Pak Dahlan Iskan) menyampaikan banyak sekali inspirasi yang menggugah kami, beliau menjelaskan keadaan-keadaan negara saat sini dan yang akan datang dari segi ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa saat dan akan datang, kita bukan lagi bekerja menggunakan otot”, kata beliau, kemudian pak Dis melanjutkan, “tetapi nanti kita akan bekerja menggunakan otak”. Beliau menekankan, mahasiswa harus membantu pemerintah dalam menyelesaiakn masalah negara.

Acara ditutup dengan alunan musik dari grup nayid Tashiru, yang membawakan 2 buah lagu yang cukup menarik. Semoga Ukhuwah ini akan terus berlanjut hingga ke JannahNya nanti. amin

Allahuakbar![]

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration