Masa muda adalah masa yang identik dengan hura-hura dan membuang waktu sia-sia. Namun bagi seorang muslimah saat itu merupakan kesempatan untuk berbuat baik sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Rasulullah SAW mendapatkan izin dari Allah Ta’ala untuk melakukan hijrah ke Madinah, menyusul para shahabatnya yang telah lebih dahulu melakukannya. Abu Bakar ra mendapatkan kehormatan untuk menemaninya.
Setelah lolos –atas pertolongan Allah- dari kepungan para pemuda musyrikin yang ingin membunuhnya, Rasulullah SAW bergegas menuju rumah Abu Bakar ra, lalu mereka berangkat meninggalkan kota Mekkah.
Mengingat kaum kafir Quraisy tidak akan membiarkannya hijrah ke Madinah dan membangun kekuatan di sana. Karena itu, Rasulullah SAW tidak langsung menuju kota Madinah ketika hijrah. Beliau menjuju jalur yang tidak biasa ditempuh oleh orang yang ingin menuju Madinah dari kota Mekkah. Beliau bersama Abu Bakar bersembunyi di sebuah goa yang dikenal dengan nama Goa Tsur. Beberapa hari lamanya mereka tinggal di goa tersebut sambil menunggu orang-orang kafir Quraisy menghentikan pencariannya.
Pada saat itulah ‘Asma binti Abu Bakar yang saat itu masih sangat belia mengambil perannya. Dia ditugaskan untuk mengantarkan makanan ke goa tersebut selama Rasulullah SAW dan bapaknya berada di sana.
Tentu bukan hal yang mudah bagi seorang wanita seusia dia untuk mengemban tugas berat tersebut. Jarak yang cukup jauh ditambah resiko yang dia tanggung jika upayanya ketahuan orang-orang kafir Quraisy.
Namun semangat berjihad membuatnya tak surut melangkah. Dia siapkan makanan dan minuman untuk menjadi perbekalan Rasulullah SAW dan bapaknya. Ketika tidak dia dapatkan sesuatu yang dapat mengikat makanannya untuk dibawa, maka ikat pinggang yang dipakainya dia potong dua bagian, yang satu tetap untuk ikat pinggangnya dan satunya lagi digunakan untuk mengikat tempat makanan yang dia bawa. Kemudian, berjalanlah dia menuju goa Tsur tersebut hingga tiba di sana dengan selamat.
Ketika Rasulullah SAW mengetahui apa yang dia lakukan, beliau berdoa kepada Allah Ta’ala agar mengganti ikat pingganya dengan ikat pinggang dari surga.
Maka setelah itu dia dijuluki Dzatun-Nithaqain (Pemilik dua ikat pinggang)

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration