Peradaban-peradaban besar adalah karya akumulatif antar generasi !

Pencapaian-pencapaian yang kita inginkan sebenarnya tidaklah begitu penting. Ini yang mesti kita sadari. Ya, memang tujuan kita ada dan itu harus kita perhitungkan tetapi yang terpenting adalah riak-riak langkah yang kita hantarkan untuk tujuan itu. Artinya ikhwah, usaha apa yang telah kita rajut tuk memintal misi dakwah ini, karya fenomenal apa yang sudah tercatat dalam sejarah perjuangan kita selama ini. Adakah supremasi  yang akan terkenang dan dikenang oleh generasi bangsa ini?

Fenomena ide-ide yang pernah lahir dan hadir di negeri ini adalah kolektifitas dari masing-masing buah pemikiran pribadi inspiratif. Setiap mereka yang menuangkan idenya maka pena sejarah tak pernah berhenti menggoreskan nama dan karyanya. Walau silam adanya. Tetapi itulah yang mesti kita terima dari penghormatan sebuah ide, sekecil apapun, dan sebuah karya, sesederhana apapun.

Ikhwatifillah..

Barangkali kita sudah lelah selama ini hanya mengejar-ngejar inspirasi, sedikit banyak yang kita tuai memang. Bagi yang masih tengah berlari cobalah berhenti sejenak, kita bercerita sejenak. Ingin ku sampaikan, “sudah saatnya kita menginspirasi,menjadi inspirator. Tak selamanya kita terus mengejar inspirasi.

Di sepanjang perjalanan mengejar inspirasi mungkin ada orang-orang yang berada di tepian yang perlu kita hampiri, kita ajak, tapi jarang kita lakukan bukan. Olehnya mulai saat ini tanpa meninggalkan yang lain beriringlah bersama mereka. Berbagi inspirasi.”

Jamaah dan prinsip-prinsipnya merupakan hujjah bagi kader-kader dakwah, dan bukan kader yang menjadi hujjah baginya. Sejauhmana sesesorang mengambil dan menerapkan nilai-nilai dakwah dan tarbiyah, serta ketaatannya terhadap prinsip-prinsip dakwah, maka sebesar itu pula ia berperan sebagai representasi dakwah ini, walaupun ia sebagai prajurit dakwah yang berada di akhir barisan.

Imam Syahid berkata, “Ada beberapa orang yang ada di barisan kami, namun sesungguhnya ia tidak bersama kami, dan ada beberapa orang yang tidak berada di barisan kami, namun ia bersama kami.

Beliau juga berkata tentang kewajiban dakwah dan ajaran-ajarannya.

“Cengkeramlah dengan sungguh-sungguh bimbingan-bimbingan ini.Jika tidak maka dalam barisan orang-orang yang duduk dan para pemalas masih terdapat kursi-kursi yang kosong.”

“Saya yakin, jika engkau mengetahuinya dengan baik dan engkau menjadikannya sebagai cita-cita dan orientasi hidupmu, maka balasanmu adalah kehormatan hidup di dunia dan kebajikan serta ridha di akhirat.Engkau bagian dari kami dan kami bagian dari dirimu.Jika engkau berpaling darinya lalu duduk-duduk santai saja, maka tiada lagi hubungan antara kita. Jika engkau seseorang yang biasa berada di depan majelis kita, di pundakmu tertempel gelar-gelar mentereng, dan kau tampak begitu menonjol di antara kita, maka dudukmu akan dihisab Allah dengan seberat-beratnya hisab.”

Jadi yang merepresentasikan jamaah dan menyampaikan sikap-sikapnya secara langsung, adalah qiyadah (pemimpin) tertinggi, yang disebut Mursyid ‘am, atau siapa yang dipercayakan sebagai juru bicara atas nama jamaah dan menyampaikan pandangan-pandangannya.Adapun individu dalam jamaah dakwah dan siapa saja yang bergabung dengan jamaah ini, -dengan tetap berada dalam satu kesatuan dan ideologi yang sama-, maka setiap orang berhak memiliki pandangan, ijtihad, dan interpretasi dalam pemikiran dan dakwah Islam, selama tidak keluar dari batasa-batasan syariat, prinsip dan sikap-sikap jamaah.

 

Kemudian yang ketiga adalah ketika kita mempunyai program kerja yang terprogram secara rapi dan berkesinambungan. Dalam hal ini sering kali kita sebagai pelaku yang berkecimpung dalam sebuah wadah yang dinamakan organisasi masih saja kita terpaku pada program jam kerja yang mengacu pada aturan tertulis.

 

 

 

Percik Oase

Sang Inspirator Peradaban

Dia memberikan warna ukhuwah

Seindah pelangi….

Yang menggores setiap lembaran pena kehidupan

Ia sang bagaskara

Menyibak diantara relung-relung jiwa

Ia kicauan sang burung…

Yang menggetarkan pesona semesta

Ia embun pagi

Bercahaya…

Sejuknya ia kerahkan

Tuk hapus dahaga..

Sang inspirator

Yang menginspirasi pada jiwa-jiwa yang merindu

Dengan segenap niat yang termurnikan

Ia haturkan cinta tuk disemaikan

Tekadnya terus menghujam

Hingga mengakar…

Begitulah…

Ia terus menginspirasi sepanjang masa

Harapan untuk dunia

Membuka cakrawala dengan mahkota cita-cita

Yang mampu disematkan..

Mewujudkan peradaban, menebar cinta

Dengan ukhuwah..

Menerjang… !!!

 

thời trang trẻ emWordpress Themes Total Freetư vấn xây nhàthời trang trẻ emshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữHouse Design Blog - Interior Design and Architecture Inspiration